Berita KAInternasionalKereta ApiUjicoba

Dukung Industri Lokal, SRT Thailand Pesan Kereta Luxury

Kursi kelas super luxury yang dimiliki oleh kereta Beyond Horizon.
Ilustrasi: Kursi kelas super luxury yang dimiliki oleh kereta Beyond Horizon. Bila diperhatikan, modelnya menyerupai kursi luxury KAI gen 2. | Sumber: Song Sak via Facebook

REDigest.web.id, 3/7 – Sejauh ini, Thailand masih mengandalkan manufaktur dari luar negeri untuk pengadaan rolling stock mereka. Salah satu pengadaan terbarunya ialah 50 unit lokomotif diesel elektrik yang dipesan SRT ke CRRC Dalian. Dalam upaya untuk membangkitkan kembali industri kereta penumpang Thailand setelah 40 Tahun Lamanya, SRT bersama dengan KMTIL menginisiasi program yang bernama “Thai Makes Train” atau disingkat TMT.

Fasilitas yang Disediakan ‘Beyond Horizon

Tampang Eksterior Kereta Luxury Prototipe 'Beyond Horizon'
Ilustrasi: Tampang Eksterior kereta Luxury ‘Beyond Horizon’. Livery kereta mengikuti lokomotif SRT yang terbaru. | Sumber: Song Sak via Facebook

Model pertama yang TMT bangun ialah prototipe yang bernama ‘Beyond Horizon’. Beyond Horizon adalah kereta penumpang non-penggerak yang memiliki 25 kursi. Kereta ini mempunyai dua jenis kelas tempat duduk: 17 kursi luxury dan 8 kursi super luxury. Kursi kereta pada kelas luxury memiliki konfigurasi yakni 1-2. Sementara kursi kelas super luxury memiliki konfigurasi kursi 1-1.

Selain itu, kereta ini dilengkapi dengan fasilitas yang bermacam-macam. Fasilitasnya meliputi pintu elektrik otomatis, pembersih udara UV-C, dan entertainment-on-board berbasis 5G di masing-masing kursi. Tak hanya itu, kereta Beyond Horizon juga memberikan beberapa fasilitas pendukung berupa toilet vakum universal dan platform gap filler yang ditujukkan untuk mempermudah akses para penumpang difabel.

Latar Belakang Teknis

Bogie jenis Bolsterless kereta 'Beyond Horizon'
Ilustrasi: Bogie Bolsterless yang akan digunakan untuk kereta ‘Beyond Horizon’ | Sumber: Song Sak via Facebook

Kereta prototipe ini menggunakan bogie tipe bolsterless dengan suspensi udara. Bogie ini dapat ditemui di kebanyakan KRL, KRDE ME 204, beserta K1 gendut Argo Bromo Anggrek. Selain itu, bodi kereta dibuat melebar ke atas dan menyempit ke bawah. Hal serupa dapat dilihat pada kereta-kereta yang ada di Inggris.

Pendanaan pembuatan kereta prototipe ini disediakan oleh dua pihak, yakni Sinogen-Pin Petch JV.  Co. dan Program Management Unit of Competitiveness (PMUC). Keseluruhan pendanaan dari dua pihak tersebut mencapai angka 32 juta Baht atau sekitar 13,6 miliar Rupiah.

Untuk saat ini, persentase komponen kereta yang dimanufaktur secara lokal baru sekitar 40%. 60% komponen lainnya masih di produksi luar negeri. Siriphong Prutthiphan, selaku Deputi Gubenur State Railway of Thailand (SRT) menyatakan bahwa pemanfaatan komponen lokal ini dapat menurunkan biaya produksi hingga 30%. Saat ini, prototipe kereta yang sudah jadi akan melalui proses pengujian berdasarkan standar internasional sebelum diproduksi massal untuk pelayanan umum. (RED/DS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Donasi yang Anda berikan sangat membantu kami untuk terus beroperasi dan meningkatkan kualitas informasi yang kami sajikan. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer di bawah ini

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×