Bus Antar KotaKulinerRagamTempat WisataTravel

Jelajah Dieng : Wisata Alam dan Kuliner Khas Dataran Tinggi Jawa Tengah

Wisata Dieng
Pemandangan kota kecil Dieng dengan latar asap putih yang merupakan pengolahan PLTP. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

REDigest.web.id, 20/8 – Mendengar kata “Dieng”, apa yang muncul di benak pembaca? Pendakian gunung Prau? Wisata kawah vulkanik? Atau suhu yang dingin? Semuanya adalah benar. Bersumber dari Mongabay, kawasan dataran tinggi Dieng merupakan daerah yang terbentuk dari aktivitas vulkanik yang terjadi sejak 3,6 juta hingga 2.500 tahun lalu.

Hasil erupsi tersebut membuat kawasan dataran tinggi Dieng memiliki beberapa kawah yang terbagi-bagi di beberapa titik dan masih aktif hingga saat ini. Karena potensi vulkanik tersebut membuat Dieng memiliki bebedapa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), yang salah satunya dikelola oleh PLTP Geo Dipa.

Dataran dengan ketinggian mencapai 2093 meter dan diapit oleh 3 kabupaten: Batang, Banjarnegara, dan Wonosobo ini terdapat beberapa tempat wisata yang dapat disambangi. Dan kali ini Tim REDaksi berkesempatan mengunjungi salah satu dataran paling tinggi di Jawa Tengah ini.

Transportasi

Pilihan moda transportasi paling praktis adalah menggunakan bus pagi atau bus malam Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menuju Wonosobo terlebih dahulu. Dari Jakarta ke Wonosobo terdapat banyak pilihan bus, di antaranya SinarJaya atau DMI, Rosalia Indah, Kupu-Kupu Ayu, Dieng Indah, Pebepe, Murni Jaya, DAMRI, dan Rejeki Baru.

Bus AKAP Wonosobo
Eka CEPAT, Murni Jaya, dan Budiman. Salah satu dari beberapa perusahaan otobus yang memiliki rute dari dan menuju Wonosobo. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Selain Jakarta, pembaca yang dari Bandung dapat menggunakan Sinar Jaya dan Budiman. Apabila berasal dari Surabaya bisa menaiki Eka, Sugeng Rahayu, maupun Handoyo. Untuk harga tiket dari Bandung kisaran 120 ribu, dari Jakarta memiliki rentang tarif dari 140 hingga 180 ribu bergantung kelas, terakhir dari Surabaya kisaran 200 ribu rupiah. Tarif tersebut adalah tarif normal di luar libur panjang, lebaran, maupun akhir tahun.

Bagaimana dengan kereta? Akses yang paling “mudah” adalah turun di stasiun Purwokerto kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus kecil alias lokalan dari terminal Bulupitu dengan relasi Purwokerto-Wonosobo yang memiliki tarif sekitar 60 ribu. Sayangnya akses dari stasiun Purwokerto ke terminal Bulupitu cukup jauh sehingga perjalanan dengan metode ini lebih merepotkan dan memerlukan tenaga yang lebih besar.

Wisata Dieng
Akses transportasi umum dari Wonosobo ke Dieng hingga Batur: bus kecil/tuyul/umplung. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Dari Wonosobo ke Dieng pembaca dapat memilih dua opsi: menggunakan bus kecil atau rental motor. Tarif menggunakan bus sebesar 25 ribu sekali jalan, sedangkan untuk sewa motor harga yang dipatok mulai dari 150 ribu yang pemakaiannya dihitung 24 jam sejak waktu pengambilan (contoh: dari 06.00 hingga 05.59 keesokan harinya), lebih dari itu pengguna mesti menambah biaya 50%.

Wisata

Setibanya di Dieng terdapat beberapa tempat wisata yang dapat dipilih, mulai dari Batu Pandang Ratapan Angin, Candi Arjuna, Telaga Warna, Kawah Sikindang, hingga Bukit Sikunir yang merupakan spot menikmati pemandangan matahari terbit. Tempat-tempat tersebut terdapat biaya tiket masuk dengan rentang harga 5-10 ribu per orang. Harga tersebut belum termasuk jenis kendaraan yang digunakan.

Wisata Dieng
Spot Batu Pandang Ratapan Angin dengan latar Telaga Warna. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Wisata Dieng
Kawah Sikidang Dieng. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bukit Sikunir dengan pemandangan matahari yang akan terbit. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Wisata Dieng
Siluet malam yang perlahan berganti menjadi pagi. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Wisata Dieng
Gunung Merbabu dan gunung Merapi yang dilihat dari Bukit Sikunir. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Wisata Dieng
Selain melihat ke atas, bila melihat ke bawah setelah matahari terbit dapat melihat pemandangan yang berada di sekitaran Dieng, salah satunya wisata Gardu Pandang Dieng dengan latar desa Surengede. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Wisata Dieng
Telaga Menjer dengan latar gunung Sindoro. Meski lebih dekat dengan Wonosobo, namun tempat wisata ini berada di kaki pegunungan kawasan Dieng. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Akomodasi

Apabila ingin menikmati daerah sekitaran Dieng lebih dari satu hari, penginapan adalah solusi. Di Dieng sendiri terdapat beberapa jenis penginapan, mulai dari hotel jenis low budget, wisma, homestay penginapan keluarga jenis Villa. Dari beragamnya jenis penginapan tersebut memiliki rentang harga yang luas, dari 150 ribu hingga paling mahal mencapai jutaan rupiah.

Wisata Dieng
Salah satu penginapan berupa Villa dengan berbagai perlengkapan yang tersedia. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Sebagai ilustrasi, salah satu Villa di Dieng Kulong yang berjarak 2 kilometer dari pusat keramaian Dieng memiliki harga di kisaran 650 ribu yang dapat menampung 6 orang. Fasilitas yang di dapat mulai dari 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 2 kamar tidur, dapur, kamar mandi, dan fasilitas tambahan seperti air mineral, teh, dan gula.

Kuliner

Seperti pada umumnya, tiap daerah pasti memiliki makanan otentik yang menjadi ciri khas tersendiri yang tidak dapat ditemukan di daerah lainnya. Makanan khas dari dataran tinggi Dieng cukup beragam, seperti mie ongklok, dendeng gepuk, nasi megono, soto golak, hingga tempe kemul. Bagaimana dengan oleh-oleh? Ada keripik jamur, cabai gendot, hingga geblek (campuran tepung dan daun kuaci yang digoreng).

Wisata Dieng
Mie ongklok, makanan rebus yang dimasak bersama dengan kol, daun kuaci, dan kuah berkanji. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Perlengkapan

Rasanya tidak afdol apabila berkunjung ke suatu tempat tidak mempersiapkan peralatan tertentu. Karena Dieng berada di dataran yang tinggi mengakibatkan suhu di sana dominan sejuk. Pada siang hari suhu rata-rata mencapai 18 derajat celsius, dan malam hari turun menjadi 6-8 derajat celcius. Bahkan di musim kemarau suhu di beberapa lokasi bisa turun di bawah titik beku hingga minus 5 derajat celsius.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Muhammad Anwar Shodiq (@__elshaadiqiy)

Karena begitu dingin, pembaca yang hendak menuju Dieng mempersiapkan pakaian tebal dan hangat agar terhindar dari hipotermia. Sarung tangan kain, kaos kaki panjang, jaket kain atau bulu, syal leher, hingga kupluk merupakan pakaian yang senantiasa disiapkan terus menerus selama berada di Dieng dengan kondisi yang dingin sedemikian rupa.

Sudah bersiap bertamasya menjelajah keanekaragaman wisata, budaya, makanan dan panorama ala Negeri Di Atas Awan? (RED/EPP)


Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Donasi yang Anda berikan sangat membantu kami untuk terus beroperasi dan meningkatkan kualitas informasi yang kami sajikan. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer di bawah ini

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×