Berita KAIndonesiaKereta Api

Lokomotif Kebo Kuning Dijadikan Monumen di Stasiun Purwokerto

Lokomotif Kebo Kuning yang dijadikan monumen di Stasiun Purwokerto | foto: Sepurman/Facebook

REDigest.web.id, 14/2 – Setelah mangkrak sangat lama di tumpukan sarana afkir Stasiun Tegal, akhirnya lokomotif Kebo Kuning menemukan akhir yang bahagia. Pada Selasa (13/2) kemarin dilakukan pemasangan monumen lokomotif di halaman Stasiun Purwokerto.

Lokomotif Kebo Kuning yang dipreservasi oleh Balai Yasa Tegal diangkut menggunakan truk menuju Purwokerto. Selanjutnya lokomotif ditempatkan di jalur yang sudah disiapkan menggunakan crane.

Penampilan Kebo Kuning terlihat jauh lebih segar seperti ketika masih beroperasi dahulu. Karat yang memenuhi tubuhnya kini telah menghilang. Cat kuning yang menjadi ciri khasnya tergantikan oleh livery ala PJKA.

Tampak samping lokomotif Kebo Kuning yang sudah dipreservasi | Sepurman/Facebook

Seperti dikutip dari Roda Sayap, lokomotif dengan tipe gandar C ini didatangkan sekitar tahun 1960an dari pabrikan Jerman, Schöma. Lokomotif dengan seri 6WDM ini mendapat julukan Kebo Kuning karena warna catnya yang khas berwarna kuning. Di awal operasionalnya, lokomotif ini pernah menjadi lokomotif langsir di Balai Yasa Pengapon, Semarang, sebelum akhirnya dipindah ke Balai Yasa Tegal hingga akhir hidupnya.

Diketahui lokomotif ini pernah diangkut ke Jakarta dalam peringatan 20 tahun PNKA pada 28 September 1970. Hal lain yang membuat lokomotif ini unik adalah lokomotif ini aslinya tidak memiliki coupler sehingga langsiran dilakukan dengan mendorong kereta atau gerbong.

Meski demikian, tampak lokomotif ini di kemudian hari terpasang coupler, seperti pada kiriman Instagram ini. (RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×