AviasiBerita Lain-LainBusBus Antar KotaIndonesiaKereta ApiRagamTravel

Malang : Rutinitas dan Wisata Menggunakan Tiga Pilihan Transportasi Dari Jakarta

Kereta bus pesawat
Ilustrasi: transportasi bus, pesawat, dan kereta api dari dan ke Malang. | Foto: Bagas Arief Pratama, RED/Enrico Perdana Putra.

REDigest.web.id, 18/2 – Mendengar kota Malang apa yang terpikirkan di benak kepala? Kota wisata, kota apel, kota pendidikan, kota budaya, atau kota industri? Semuanya adalah benar. Kota Malang dan di daerah sekitarnya memiliki beberapa tempat perekonomian yang demandnya begitu tinggi.

Salah satunya mengenai wisata terdapat kampung pelangi Jodipan, Kampung Budaya Polowijen, Jatim Park, Grojogan Coban Rondo, Lembah Tumpang, maupun Telaga Madiredo. Di sektor industri terdapat keanekaragaman seperti karoseri bus, tekstil dan garmen, maupun panganan keripik tempe dan apel. Atau pendidikan terkemuka yang terdapat di beberapa instansi seperti SMAN 3 Malang, SMKN 4 Malang, SMAN Taruna Nala, Politeknik Negeri Malang, Universitas Negeri Malang, hingga Universitas Brawijaya.

Bus karoseri malang
Dari kiri ke kanan: bodi buatan karoseri Tentrem, Adiputro, dan Morodadi Prima. Salah satu dari beberapa industri karoseri yang ada di daerah Malang. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Hal ini membuat Malang menjadi daerah yang sibuk akan segala rutinitasnya, terlebih saat akhir pekan atau libur panjang banyak masyarakat dari beberapa daerah terkhususnya di Jawa Timur akan menghabiskan waktunya di Malang. Bagi sebagian masyarakat Jabodetabek, selain menggunakan kendaraan pribadi terdapat 3 pilihan transportasi umum yang dapat digunakan. Transportasi apa sajakah itu?

Pesawat

Garuda Indonesia
Pesawat Boeing 737-800 Garuda Indonesia nomor penerbangan GA290 berangkat dan siap terbang dari Jakarta menuju Malang. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Salah satu transportasi udara ini memilki durasi perjalanan yang singkat dengan lama penerbangan antara 70-90 menit baik dari dan menuju Malang, di mana bandara yang digunakan adalah Bandara Abdulrachman Saleh di Pakis. Untuk pilihan pesawat sangat sedikit di mana maskapai pesawat yang tersedia hanya Citilink, Garuda Indonesia, dan Batik Air.

Bandara malang
Halaman depan bandara Abdulrachman Saleh Malang. | Foto: Gowisata Blogspot

Pesawat Citilink dan Batik Air berangkat setiap hari dengan pilihan dari Bandara Soekarno-Hatta atau Bandara Halim Perdanakusuma, sedangkan Garuda Indonesia berangkat pada hari tertentu dan hanya tersedia dari Bandara Soekarno-Hatta saja. Harga tiket pada pesawat umumnya sering berubah dan tidak memiliki harga tetap, namun untuk harga paling rendahnya di kelas ekonomi sendiri mulai dari 1,1 jutaan dan kelas bisnis dari 2 jutaan rupiah. Pemesanan tiket pesawat dapat dilakukan via travel agent atau aplikasi pihak ketiga seperti Traveloka atau Tiket.com.

Ilustrasi: Interior pesawat Airbus A320 milik Citilink, salah satu maskapai yang melayani rute Jakarta-Malang | Foto: RED/Gilang Fadhli Dharana

Dari Bandara Abdul Rachman Saleh ke pusat kota Malang memiliki waktu tempuh antara 20-30 menit, namun di area bandara sendiri tidak memiliki transportasi umum seperti bus bandara serta taksi online hanya sebatas antar penumpang ke bandara dan tidak bisa menjemput karena faktor internal, sehingga bagi pembaca yang turun dari pesawat dan menuju pusat kota direkomendasikan punya kenalan teman atau saudara dan dijemput di tempat parkir bandara.

Kereta Api

Ilustrasi: KA Matarmaja yang melayani rute Pasar Senen-Malang pp via Semarang | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

Moda transportasi berbasis rel ini terdapat 5 pilihan kereta rute Jakarta-Malang dengan waktu tempuh antara 12-15 jam, di antaranya kereta api Gajayana, Brawijaya, Jayabaya, Majapahit, dan Matarmaja. Kesemua kereta tersebut memiliki kelas yang berbeda-beda, di mana Gajayana dan Brawijaya merupakan kereta api yang semua kelasnya Eksekutif, Jayabaya yang memiliki kelas Eksekutif dan Ekonomi, serta Majapahit dan Matarmaja yang hanya tersedia kelas Ekonomi saja.

Interior kereta Ekonomi New Generation pada KA Jayabaya | Foto: Aufa Ijlal Alifo

Untuk kelas Ekonomi terdapat perbedaan di mana kereta api Jayabaya menggunakan kelas Ekonomi New Generation 72 kursi format 2-2 yang terdapat reclining seat dan duduknya searah dengan arah jalannya kereta, lalu Majapahit juga menggunakan format 2-2 namun dengan jumlah 80 kursi berupa kursi tegak dengan pola duduk berhadapan, dan Matarmaja dengan format 2-3 sebanyak 106 kursi yang juga duduknya berhadapan dengan penumpang lainnya.

Ilustrasi: Kereta Luxury yang KA Gajayana gunakan. Untuk saat ini KA Gajayana telah menggunakan rangkaian KA stainles steel. | Foto: Senna Hananto

Khusus kereta api Gajayana, selain kelas Eksekutif terdapat kelas spesial lainnya, yaitu kelas Eksekutif Luxury yang memiliki tampilan setara Super Eksekutif format 2-1 dan penambahan fasilitas tertentu seperti Audio Video On Demand (AVOD), leg rest, dan snack. Tidak sampai disitu, kereta api Brawijaya dan Gajayana memiliki titik awal dan akhir di Jakarta adalah stasiun Gambir, sedangkan kereta api Jayabaya, Majapahit, dan Matarmaja berada di stasiun Pasar Senen. Kesemua kereta tersebut memulai dan mengakhiri perjalanan di stasiun Malang daerah Klojen.

Ilustrasi: Bangunan baru Stasiun Malang di tahun 2022 | Foto: Rizal Febri Ardiansyah

Bagaimana dengan harga tiket? Dari yang termurah kelas Ekonomi 2-3 harga pada rentang Rp210.000 hingga Rp270.000, Ekonomi 2-2 dari Rp290.000 hingga Rp400.000, Eksekutif dari Rp430.000 hingga Rp870.000, dan terakhir yang paling mahal adalah kelas Luxury dari Rp1.375.000 hingga Rp1.825.000. Harga tersebut akan berbeda pada musim libur panjang ataupun lebaran. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI.

Bus

Bus sinar jaya
Sinar Jaya Dream Coach atau Sleeper Bus saat baru tiba di terminal Arjosari. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Terakhir adalah sang roda karet yang selama setahun belakangan ini mengalami peningkatan tren karena persaingan antar perusahaan dalam memikat hati penumpang, ialah bus pagi atau bus malam Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Ada banyak pilihan berbagai perusahaan otobus yang dapat digunakan, bahkan titik naik dan turun bus tidak hanya di Jakarta saja, melainkan ada banyak tempat di sekitaran Jabodetabek.

Bus MTrans
MTrans “The Ocean” singgah di terminal bayangan Pondok Pinang, Jakarta Selatan . | Foto: Enrico Perdana Putra.

Bila tinggal di Jakarta, calon penumpang dapat naik maupun turun di terminal Tanjung Priok, terminal bayangan Pondok Pinang, Pasar Rebo, atau terminal terpadu Pulo Gebang. Bila Tinggal di Bogor bisa naik dari terminal Bubulak, Ciawi, Cibinong, Parung, atau terminal Cileungsi. Di Depok bisa menggunakan terminal Jatijajar. Daerah Tangerang ada berbagai pilihan seperti terminal Poris, Bitung, Balaraja, Ciputat, terminal Pondok Cabe, atau BSD.

Bus medali mas
Medali Mas singgah di kantor perwakilan Bekasi Timur. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Terakhir dari wilayah Bekasi sekaligus menjadi muara penjemputan penumpang meliputi Jatiwarna, Jatiasih, Bulak Kapal, atau Cikarang. Di luar itu ada beberapa tempat seperti Merak, Cilegon, maupun Serang di Banten, Badami maupun Klari di Karawang, Cikopo maupun Sadang di Purwakarta, dan Kalijati maupun Cilameri di Subang.

Bus gunung harta
Gunung Harta yang berangkat dari kantor perwakilan Klojen. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus rosalina indah
Rosalia Indah di kantor perwakilan sekaligus garasi di Hamid Rusdi. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Sedangkan di Malang beberapa perusahaan otobus ada yang titik awal dan akhirnya di terminal Arjosari di Blimbing, ada pula di tempat lain seperti perwakilan, garasi, atau kantor cabangnya sendiri. Namun tidak jarang beberapa bus memiliki destinasi yang lebih jauh lagi seperti parkir di Dampit, Kepanjen, atau Karangkates yang berada di kabupaten Malang.

Bus damri
DAMRI “Imperial Suites” double decker di pool Kemayoran, Jakarta Pusat. Bus tingkat dengan dua kelas yaitu Royal Class dan Sleeper Class. Royal Class merupakan nama lain dari Super Eksekutif. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Kelas yang disematkan pada layanan bus beragam berdasarkan fasilitas, dari yang paling rendah seperti VIP, Eksekutif, Super Eksekutif, hingga kelas Rebahan alias Sleeper. Penamaan kelasnya pun juga berbeda, seperti Super Eksekutif pada Agramas disebut Big Top, Rosalia Indah dengan Super Top, atau Gunung Harta yang berlabel Green Platinum.

Rimba kencana kursi bus
Kelas Super Eksekutif format 2-1 pada 27 Trans diberi nama “President Class”. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Untuk urusan kelengkapan selama perjalanan, sebagian besar PO jalur Jakarta-Malang memberikan layanan maksimal, bahkan fasilitas di atas rata-rata. Bila membicarakan snack, bantal, atau selimut tentu hal yang lumrah, namun snack yang biasa hanya berupa roti dan air mineral ditambahkan jumlah item lainnya, bahkan pelengkap seperti sikat gigi ataupun fasilitas handuk hangat juga diberikan.

Snack
Snack pada MTrans, dari roti, biskuit, mie cup instan, sampai sosis. Tidak lupa fasilitas pelengkap yaitu sandal hotel. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Snack
Snack pada Agramas. Item yang belum pernah disajikan pada bus malam dimanapun adalah pemberian bubur instan pada isi snacknya. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Handuk hangat
Fasilitas tidak biasa lainnya yang hanya ada di PO tertentu: handuk hangat untuk muka alias hot towel. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Beberapa PO juga menyediakan bantal dan selimut yang lebih variatif, seperti guling, atau penggunaan bed cover yang lebih tebal. Fasilitas hiburan juga beragam, beberapa PO menyediakan AVOD selama perjalanan hingga WiFi entertainment yang bisa dipakai di ponsel para penumpang secara pribadi.

Hiburan
Fasilitas hiburan digital travel entertainment pada bus Agramas. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Bagaimana dengan layanan makan? Harga tiket bus umumnya sudah termasuk service makan, namun beberapa PO tidak hanya menyajikan varian prasmanan di rumah makan, ada pula yang menggunakan sajian ala buffet, menu paket pre-book meal, hingga service onboard. Seperti DAMRI Imperial Suites, MTrans, atau 27 Trans President Class, di mana makanan disajikan di dalam bus secara service onboard.

Service makan
Hidangan service makan Gunung Harta di rumah makan Taman Sari Ngawi yang disajikan secara buffet. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Service makan
Hidangan service makan 27 Trans di dalam bus sesaat setelah berangkat dari garasi Lawang yang disajikan secara service onboard. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Khusus DAMRI Imperial Suites memiliki hal yang unik, bus double decker ini menggunakan makanan produk dari kereta api yaitu Reska dengan menu nasi sapi lada hitam, serta bus ini memiliki keunikan yaitu tidak singgah di rumah makan seperti bus-bus DAMRI bahkan bus antarkota Jakarta-Malang lainnya. 

Service makan
Service makan kemasan box produk Reska pada DAMRI Imperial Suites double decker. | Foto: tangkapan layar dari video trip report Andriawan Pratikto.

Lantas berapa harga tiketnya? Karena setiap bus memiliki penamaan kelas dan armada yang berbeda, berikut daftar harga tiket bus antarkota di rute Jakarta-Malang PP. List tersebut hanya menampilkan tarif Jakarta, untuk tarif ke wilayah Bodetabek dan Merak di beberapa PO terdapat penambahan biaya 5-30 ribu.

Litbang tarif bus malang
Tabel daftar harga tiket bus di masing-masing PO. Tambahan: untuk DAMRI Imperial Suites double decker terdapat promo hingga 24 Februari 2024 dengan pembelian melalui aplikasi DAMRI Apps. | Sumber data: pengamatan penulis, diolah kembali Litbang RED.

Pemesanan tiket bus umumnya memiliki beberapa cara, antara lain membeli melalui agen baik secara langsung atau via telepon, memesan via website PO terkait, aplikasi PO itu sendiri, atau aplikasi pihak ketiga seperti Traveloka ataupun Redbus. Perlu diingat untuk menghindari kasus penipuan dalam mencari daftar kontak agen, pembaca dapat melihat di akun Instagram official suatu PO, postingan grup penggemar PO, atau meminta bantuan ke teman yang paham.

Penumpang bus
Behind the scene: penumpang yang menggendong batita kala menunggu bus Agramas dari Malang ke Jakarta berangkat kembali dari rumah makan Duta 3 Ngawi. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Meskipun terdapat beberapa pilihan transportasi yang mewah, cepat, atau praktis, perlu diingat transportasi umum tetaplah sebagai kendaraan multikultural yang dapat dinaiki oleh siapa saja dari berbagai kalangan. Selain menikmati perjalanan juga tetap fokus dalam menjaga barang bawaan agar tidak berpindahtangan atau kehilangan. Selamat berlibur! (RED/EPP)


Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Donasi yang Anda berikan sangat membantu kami untuk terus beroperasi dan meningkatkan kualitas informasi yang kami sajikan. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer di bawah ini

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×