Berita KAInternasionalKereta Api

Gempa 7,2 Skala Richter, Layanan Kereta Api di Taiwan Lumpuh Total

bangunan rubuh akibat gempa taiwan
Bangunan yang rubuh dalam gempa 7,2 skala richter yang mengguncang Taiwan | Foto: Detik

REDigest.web.id, 3/4 – Hampir seluruh layanan kereta api di Taiwan lumpuh akibat gempa 7,2 skala richter yang mengguncang pada Rabu (3/4). Seperti dikutip dari Taiwan News, sejumlah layanan kereta terhenti selama 40 hingga 60 menit akibat gempa yang mengguncang.

Taipei Metro mengumumkan penghentian layanan selama 40 hingga 60 menit untuk pemeriksaan keamanan pasca gempa. Tidak dilaporkan adanya kerusakan pada infrastruktur jalur akibat gempa ini. Saat pihak Taiwan Metro menerima laporan gempa level 5, pihaknya langsung menghentikan operasional kereta di seluruh jalur. Pihak Taiwan Metro juga mengarahkan pelanggan ke meja layanan pelanggan, website Taiwan Metro, dan aplikasi Go! Taiwan Metro untuk pengembalian tiket dan kompensasi.

Kaoshiung Metro juga menghentikan seluruh layanan MRT dan LRT selama 40 hingga 60 menit setelah gempa mengguncang pukul 7:58 waktu setempat. Layanan kereta kembali beroperasi pada pukul 08.34 waktu setempat.

Layanan kereta cepat Taiwan juga terhenti akibat gempa yang mengguncang. Meski gempa cukup kencang, dilaporkan tidak ada kerusakan pada infrastruktur jalur. Pihak THSR membentuk tim tanggap bencana untuk menginspeksi keamanan infrastruktur jalur. Sementara itu Taiwan Railway Corporation menghentikan layanan kereta antara Jiaoxi dan Fenglin. Layanan kembali beroperasi pukul 11.59 waktu setempat.

Seperti dikutip dari Detik, gempa dengan kekuatan 7,5 skala richter mengguncang negara naga kecil asia ini pada Rabu (3/4) pukul 9:00 waktu setempat. Pusat gempa berada 18 kilometer di Kota Hualien dengan kedalaman 34,8 kilometer. Pemerintah Taiwan, Jepang, dan Filipina menerbitkan peringatan tsunami dengan tinggi gelombang sekitar 10 meter. Gempa dilaporkan menyebabkan kerusakan bangunan hingga tanah longsor di sejumlah wilayah. (RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×