IndonesiaKereta Api

DPR Anggap INKA Tidak Layak Dapat PMN: “Gagal Penuhi Permintaan Pasar”

Ilustrasi: Skema KRL buatan INKA untuk KAI Commuter | Sumber Data: INKA
Ilustrasi: Skema KRL buatan INKA untuk KAI Commuter | Sumber Data: INKA

REDigest.web.id, 14/7 – Kabar yang bisa dibilang agak mengejutkan tiba dari para wakil rakyat. Pasalnya pihak DPR menganggap INKA tidak layak untuk mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk tahun anggaran 2025.

Melansir dari rilis pers DPR sendiri, anggota Komisi VI DPR RI Subardi menilai INKA tidak layak mendapatkan PMN. Ia menganggap kontribusi INKA untuk negara sangat minim dan belum mampu menopang ekosistem industri kereta api dalam negeri.

Subardi mengatakan “Dalam paparannya, seolah-olah PMN ini disetujui oleh DPR. Tetapi Inka tidak memberikan gambaran kontribusi apa yang diberikan untuk negara. Hanya gambaran kalau ada PMN nanti ada peningkatan (pendapatan). Padahal, Inka adalah produsen yang tidak punya saingan,”.

Ia pun berpendapat kolaborasi KAI dan INKA sendiri masih kurang karena KAI menurutnya “masih harus melakukan impor gerbong beserta komponen pendukung” karena INKA tidak dapat memenuhi permintaan dari KAI Group. Ia pun membandingkan kinerja KAI yang mencatatkan laba bersih pada 2023 senilai Rp1,8 triliun atau turun dari 2022 sebesar Rp2,2 triliun.

Sehingga ia berpendapat KAI wajar mengajukan PMN Rp1,8 triliun karena telah berkontribusi ke negara sebanyak itu. Sedangkan ia berpendapat INKA “belum jelas kontribusinya ke negara”.

Kebutuhan INKA

Kebutuhan PMN untuk INKA pada tahun 2025 | Sumber Data: INKA

Sedangkan dari pihak INKA sendiri Direktur Utama INKA meminta PMN Rp976 miliar sebagai dukungan untuk pengembangan industri kereta api nasional. Dalam presentasinya, pihak INKA memberikan sejumlah kategori urgensi alokasi PMN untuk 2025, di antaranya adalah potensi pasar kereta berpenggerak ke depan cukup besar, keterbatasan kemampuan investasi internal INKA, dan peningkatan kapasitas produksi dari PMN 2024.

Detail kebutuhan PMN untuk INKA | Sumber Data: INKA

Sedangkan secara detail, INKA menjelaskan urjensi alokasi PMN mulai dari tingginya load aktivitas produksi di pabrik Madiun, umur mesin produksi, dan pengembangan pabrik Banyuwangi. Sebagai informasi pabrik Banyuwangi telah beroperasi dengan produksi pertamanya merupakan gerbong tertutup untuk PT TEL.

Strategi peningkatan kapasitas yang INKA rencanakan menggunakan PMN 2024 dan 2025 | Sumber data: INKA

Strategi peningkatan kapasitas di INKA sendiri meliputi peningkatan kapasitas hingga 1.000 kereta konvensional per tahun pada 2027, 586 bogie per tahun, dan 320 kereta berpenggerak per tahun. Selain itu, target pengantaran kereta berpenggerak INKA targetkan lebih cepat dari 20 bulan menjadi 18 bulan. (RED/IHF)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


2 komentar pada “DPR Anggap INKA Tidak Layak Dapat PMN: “Gagal Penuhi Permintaan Pasar”

  • aalmuqoffam

    Ucap yang hanya bisa duduk di kursi

    Balas
  • Buyut Toyyib Salami

    Kocak, kocak ya gmana mau menuhin permintaan pasar, istilahnya katalog desain masih minim. Liat seri KRL/Metro dr china/jepang, itu desain cmn edit dikit krn tinggal make desain yg udh dipake di negara asal, dan nambah katalog desain, ya banyakkin pesanan dalam negeri dlu krn ya jualan ke LN susah di industri KA apalagi skrg ada China yg jual murah. Di sisi lain, mau make dana R&D sendiri kg ada, mrka riset pake uang sisa laba perusahaan ya gimana mau maju, udh segala minta produksi komponen dalem negeri pdhl industriny kg ada disini (INKA produsen KA, kg wajib harus dia sendiri yg bikin komponen), tp ya krn paksaan Negara biar kata Mandiri ya, INKA minta am Negara bantuin duit riset tp malah dikatain bgini…. Aduhh

    KAI aja yg bantuin Negara slma ini, ditombokkin duit “KCIC” sampe rugi, nih negara mintanya banyak tp kg tau diri smpe bikin emosi bagi orang yang paham riset ilmu pengetahuan dan sedikit cara kerja industri spt apa….

    Balas

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses