KAI Serap 191 Juta Liter BBM Subsidi dan Akan Gunakan Biosolar B50

REDigest.web.id, 16/4 – Krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat blokade Selat Hormuz yang dilakukan oleh Iran setelah perang dengan Israel semakin dekat. Sektor transportasi termasuk kereta api jadi salah satu yang akan terdampak akibat krisis ini.
Guna menghadapi hal tersebut, KAI menyerap sebesar 54.911.065 liter BBM subsidi selama triwulan I tahun 2026. Hal tersebut dipaprkan KAI dalam press releasenya pada Selasa (14/4) kemarin. KAI sendiri mendapatkan jatah BBM subsidi sebanyak 214.342.000 liter pada tahun 2026.
Dari jatah tersebut, penggunaan terbesar pada operasional kereta penumpang yakni sebesar 191.022.000 liter. Sisanya untuk angkutan barang seperti batubara, semen, klinker, dan petikemas. Dari data triwulan I 2026, KAI sudah mengangkut sebanyak 14.515.350 penumpang baik KA jarak jauh, lokal, maupun komuter.
Selain itu, KAI juga telah mengangkut sebanyak 12.075.002 ton batubara untuk menjaga ketersediaan listrik di Jawa dan Bali serta 2.873.440 ton barang seperti hasil perkebunan, kargo, dan lain-lain.
Penyerapan ini dilakukan agar layanan angkutan umum dan logistik tetap berjalan normal serta menjaga agar layanan kereta api tetap terjangkau di tengah krisis BBM yang terjadi. BBM subsidi yang diserap oleh KAI adalah biosolar B40 yang sudah digunakan secara merata pada lokomotif dan kereta pembangkit sejak Februari 2025.
Setelah B40, KAI akan Gunakan Biosolar B50

Sementara itu, guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, KAI akan menaikan kadar biodiesel yang digunakan menjadi B50 atau 50% biodiesel. Hal tersebut disampaikan KAI dalam press releasenya pada 11 April lalu.
VP Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan langkah ini diambil guna mendukung penggunaan bahan bakar nabati yang digalakan pemerintah serta mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Selain itu, langkah ini diambil di tengah krisis BBM yang terjadi. Langkah yanh diambil KAI mendapat dukungan dari para pecinta kereta api.
Meski demikian sejumlah pecinta kereta api mengingatkan KAI untuk lebih intens dalam perawatan lokomotif dan kereta pembangkit mengingat banyaknya keluhan di masyarakat soal filter bahan bakar yang lebih mudah kotor setelah penggunaan biosolar secara terus menerus.
Sejumlah pecinta kereta api juga mendorong pemerintah dan KAI untuk mempercepat perluasan elektrifikasi jalur guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak.(RED/BTS)


