Rangkaian Kereta Api Sawunggalih Diremajakan, Kini Menggunakan Kereta Stainless

Kereta api Sawunggalih melintas langsung di Stasiun Cikaum, 2016
(27/8) – Seiring dengan program peningkatan layanan kepada penumpang dan juga peremajaan sarana perkeretaapian dengan mengganti kereta yang sudah berumur 30 tahun ke atas, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto hari ini secara resmi mengoperasikan rangkaian stainless steel baru buatan tahun 2018 pada layanan kereta api (KA) Sawunggalih relasi Kutoarjo-Pasar Senen.
Selain perubahan jenis sarana yang digunakan pada KA Sawunggalih, susunan rangkaian KA Sawunggalih pun ikut berubah. Sebelumnya KA 121 Sawunggalih Pagi (Kutoarjo-Pasar Senen) dan KA 124 Sawunggalih Malam (Pasar Senen-Kutoarjo) membawa dua kereta eksekutif, enam kereta bisnis, dan satu kereta makan dengan generator pembangkit. Sedangkan KA 122 Sawunggalih Pagi dan KA 123 Sawunggalih Malam membawa delapan kereta bisnis dan satu kereta makan dengan generator pembangkit. Setelah perubahan jenis sarana, keempat perjalanan KA Sawunggalih membawa dua kereta eksekutif, lima kereta ekonomi premium, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit.
Kapasitas tempat duduk pun ikut berubah. Bila sebelumnya untuk KA 121-124 memiliki kapasitas 100 penumpang eksekutif dan 384 penumpang bisnis, dan KA 122-123 memiliki kapasitas 512 penumpang bisnis, kini seluruhnya menjadi 100 penumpang eksekutif dan 400 penumpang ekonomi premium.
Sarana baru untuk kedua pemerjalanan KA Sawunggalih ini merupakan buatan PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun tahun 2018 yang dimiliki oleh Dipo Kutoarjo, dan merupakan gabungan dari rangkaian kereta kelas ekonomi stainless steel kelima (nomor sarana K3 0 18 20-26, M1 0 18 05, P 0 18 05) yang sebelumnya digunakan untuk beberapa perjalanan kereta tambahan, dan rangkaian kereta campuran kelas eksekutif-ekonomi stainless steel kelima (nomor sarana K3 0 18 43-46, K1 0 18 91-94, M1 0 18 15, P 0 18 15) yang belum lama tiba di Dipo Kutoarjo.
Dengan diubahnya jenis sarana untuk KA Sawunggalih, kini kereta bisnis di Pulau Jawa hanya tinggal beroperasi dengan formasi penuh pada KA Fajar dan Senja Utama Yogyakarta, dan digandengkan dengan kelas eksekutif pada KA Gumarang, Mutiara Selatan, Lodaya, dan Mutiara Timur.
RED | MPSCLFJRN
loading...

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: