Berita KAIndonesiaKereta Api

Pemkot Sawahlunto Ujicobakan Lokomotif Replika Mak Itam

Lokomotif replika Mak Itam buatan Pemkot Sawahlunto | Humas Setdako Sawahlunto

[8/9]. Setelah bertahun-tahun tidak beroperasi, akhirnya Mak Itam akan kembali ke lintas Sawahlunto. Tapi sayangnya dalam bentuk replika. Pemerintah Kota Sawahlunto sukses mengujicoba lokomotif replika E 10 60 atau biasa disebut Mak Itam. Hal tersebut disampaikan melalui fanpage resmi Humas Setdako Sawahlunto.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Peninggalan Sejarah Kota Sawahlunto Drs. Hendri Thalib mengatakan replika Mak Itam menggunakan mesin diesel sebagai sumber tenaganya dan dapat menarik dua kereta dengan kapasitas 50 orang. Pembuatan replika Mak Itam ini memakan biaya Rp 70 juta yang diambil dari APBD Kota Sawahlunto.
Meski demikian bukan berarti Pemkot Sawahlunto tidak berkeinginan untuk menghidupkan kembali lokomotif E 10 60 yang asli. Upaya negosiasi dan lobi dengan PT KAI sudah pernah dilakukan di masa kepemimpinan Walikota Ali Yusuf. Sayang, perbaikan E 10 60 tidak tuntas pada 2017 lalu karena sulitnya mencari suku cadang.


Ditargetkan lokomotif replika ini akan beroperasi pada akhir 2018 setelah pengadaan dua unit kereta terealisasi pada anggaran perubahan 2018. Hendri juga mengatakan saat ini pihaknya tengah mengusulkan perda retribusi harga tiket kereta wisata replika Mak Itam seharga Rp 10.000 untuk sekali jalan.
Hendri juga berharap setelah selesainya perizinan, pihak KAI dapat merevitalisasi jalur antara Saringan hingga Silungkang serta memajang lokomotif E 10 60 yang asli sebagai monumen di depan museum. Pesona jalur gerigi Bukit Barisan memang tak akan mudah dilupakan bagi wisatawan dan pecinta kereta api. Keindahan alam Bukit Barisan, kemilau Danau Singkarak, serta Terowongan Lubang Kalam yang legendaris menjadi penarik perhatian wisatawan dan pecinta kereta api baik dari dalam maupun luar negeri.
RE Digest | Bayu Tri Sulistyo 

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×