Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama di Dunia Mulai Beroperasi di Jerman

kereta bertenaga hidrogen
Kereta bertenaga hidrogen Alstom Coradia iLint | foto: Patrik Stollarz/AFP

(19/9) – Jerman telah meluncurkan kereta bertenaga hidrogen pertama di dunia. Peluncuran kereta bertenaga hidrogen ini menandakan dimulainya dorongan untuk menantang kekuatan kereta berbahan bakar diesel dengan teknologi yang lebih mahal tetapi lebih ramah lingkungan. Kereta diesel selama ini dianggap mencemari lingkungan karena mengeluarkan emisi asap hasil pembakaran minyak di mesin.

Dua kereta api Coradia iLint berwarna biru terang, yang dibangun oleh perusahaan Prancis Alstom, mulai beroperasi pada rute antar kota sepanjang 100 km di Cuxhaven, Bremerhaven, Bremervoerde, dan Buxtehude di bagian utara Jerman. Jalur ini biasanya dilewati kereta api diesel. “Kereta hidrogen pertama di dunia memasuki layanan komersial dan siap untuk produksi berseri,” kata CEO Alstom Henri Poupart-Lafarge pada upacara pembukaan di Bremervoerde, stasiun tempat kereta api akan diisi ulang dengan hidrogen.

Negara bagian Niedersachsen akan membayar total 81,3 juta Euro untuk proyek tersebut. Ini sejalan dengan inisiatif jangka panjang Jerman untuk secara drastis mengurangi polusi dan meningkatkan penggunaan bahan bakar terbarukan hingga tahun 2050. Sementara itu, Alstom mengatakan berencana untuk mengirim 14 rangkaian kereta emisi rendah ini lagi ke negara bagian Lower Saxony pada 2021. Beberapa negara bagian lain di Jerman juga menyatakan minatnya untuk menggunakan kereta bertenaga hidrogen ini.

Alstom Coradia iLint beroperasi di dekat Bremevoerde, setelah mulai beroperasi pada 16 September 2018 | foto: Patrik Stollarz/AFP

Mengeluarkan Uap Air

Kereta bertenaga hidrogen dilengkapi dengan sel bahan bakar yang menghasilkan listrik melalui kombinasi hidrogen dan oksigen. Proses ini hanya meninggalkan uap dan air sebagai satu-satunya emisi. Kelebihan energi disimpan dalam baterai lithium ion di atas kereta. Kereta api Coradia iLint dapat berjalan sekitar 1.000 kilometer pada satu tangki hidrogen, mirip dengan berbagai kereta diesel.

Alstom bertaruh pada teknologi sebagai alternatif yang lebih hijau dan lebih tenang untuk diesel pada jalur kereta api non-listrik. Prospek ini tentu saja menarik bagi banyak kota Jerman yang berjuang untuk memerangi polusi udara. “Tentu, membeli kereta hidrogen agak lebih mahal daripada kereta diesel, tetapi lebih murah untuk dijalankan,” kata Stefan Schrank, manajer proyek di Alstom, seperti dilansir dari AFP. Negara-negara lain juga tertarik dengan kereta api hidrogen, kata Alstom, termasuk Inggris, Belanda, Denmark, Norwegia, Italia dan Kanada. Di Perancis, pemerintah telah mengatakan ingin kereta hidrogen pertama berada di rel pada tahun 2022.

RED | MPSCLFJRN

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: