Menjajal Sensasi Naik LRT Jakarta

Rangkaian LRV Jakarta di Stasiun Kelapa Gading Boulevard
[4/9]. Warga Jakarta saat ini tengah menantikan kehadiran LRT Jakarta yang melayani perjalanan Velodrome Rawamangun – Kelapa Gading Boulevard sejauh 5,8 kilometer. Seharusnya LRT ini sudah beroperasi pada saat gelaran Asian Games lalu. Namun sayang karena masih dalam tahap uji coba dan pembangunan masih belum tuntas, LRT tidak bisa melayani penonton dan atlet pada gelaran olahraga akbar se-Asia.
Saat ini LRT Jakarta tengah mengadakan uji operasi terbatas yang dapat diikuti oleh masyarakat. Tim REDaksi pun mendapat kesempatan untuk “mencicipi” moda transportasi baru di ibukota ini. Lantas bagaimana kah suasana uji operasi terbuka ini? Dan sudah sejauh apa pembangunan LRT Jakarta berjalan?
Tim REDaksi memulai perjalanan dari Stasiun Velodrome. Di sini masih terlihat banyak pekerja yang masih melakukan pembangunan di stasiun. Namun di beberapa titik seperti di loket sebelah barat sudah cukup rapi walaupun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. 
Loket sebelah barat yang sudah cukup rapi

Terlihat pula mesin penjual tiket dan gate yang sudah terpasang. Mesin penjual tiket dan gatenya sendiri sudah menyala namun masih belum siap untuk digunakan.
Mesin penjual tiket LRT Jakarta

Gate yang terpasang di loket stasiun

Setelah melakukan proses registrasi dan mendapat stiker tanda peserta uji coba, Tim REDaksi masuk ke peron stasiun. Di peron sendiri terpasang platform gate yang berfungsi untuk mencegah penumpang terjatuh ke jalur serta papan informasi kereta. 
Platform gate yang terpasang di pinggiran peron stasiun
Papan informasi keberadaan kereta

Setelah melihat peron dan stasiunnya, kini kita lihat keretanya. Interior kereta didominasi warna putih dengan handgrip berwarna merah. Bangku kereta sendiri berwarna abu-abu dan dibuat dari stainless steel. Meski dibuat dari stainless steel namun bangku tetap terasa nyaman untuk diduduki walaupun terasa agak dingin di pantat.
Interior LRT Jakarta

Di setiap kereta tersedia enam buah display LCD yang berfungsi untuk menunjukan posisi kereta, pemberitahuan pintu dibuka atau ditutup, informasi moda transportasi lanjutan, dan menampilkan iklan. Keenamnya ditempatkan di atas sambungan, di atas pintu kabin, dan di pintu-pintu kereta. Tersedia pula ruang untuk kursi roda dan kereta bayi yang berada di sudut kereta dekat sambungan.

Pintu yang dipasang display LCD
Ruang kursi roda dan kereta bayi
Antusiasme masyarakat dalam uji operasi terbatas kali ini sangatlah tinggi. Hal itu terbukti dari ramainya penumpang yang ikut dalam uji operasi sore tadi. Uji operasi terbatas diikuti oleh beberapa kalangan mulai dari pegawai, warga sekitar, hingga kepolisian. Tak lupa mereka berfoto bersama ataupun selfie untuk mengabadikan momen pertama mereka naik LRT Jakarta.
Masyarakat yang berfoto bersama di dalam rangkaian LRV
Dalam uji operasi terbatas ini perjalanan kereta dari Velodrome ke Kelapa Gading ditempuh selama kurang lebih 15 menit. Kecepatan kereta dibatasi hanya 15 km/jam dari Velodrome hingga Pulomas dan baru digeber hingga 50 km/jam dari Pulomas hingga Kelapa Gading. Hal tersebut dikarenakan masih banyaknya pekerja yang lalu lalang baik di jalur maupun di stasiun. Untuk sistem persinyalannya sendiri menggunakan sistem sinyal blok, sama seperti LRT Palembang.
Sinyal blok yang digunakan di LRT Jakarta
Sayangnya dalam uji coba terbatas ini dikhususkan bagi mereka yang mendapatkan undangan dari pihak LRTJ saja. Selama uji operasi terbatas ini penumpang tidak dikenakan biaya alias gratis.
Ada hal yang ingin ditanyakan mengenai LRT Jakarta selama uji operasi terbatas berlangsung? Tenang, petugas yang berjaga siap untuk menjawab pertanyaan anda. Sementara baru dua rangkaian saja yang digunakan untuk uji operasi terbatas yakni set LRV pertama dan kedua. Uji operasi terbatas dilakukan mulai tanggal 3 hingga 14 September mendatang. Uji operasi terbuka berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 17.00 di hari kerja (Senin sampai Jumat). 

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: