Perjalanan Kereta Api di Osaka Lumpuh Akibat Topan No. 21

Tiang penyangga LAA di Dipo Hameno yang ambruk akibat taifun yang melanda Osaka | Twitter stonvillage622

[5/9]. Taifun no. 21 atau biasa disebut Taifun Jebi berhembus meniup wilayah pesisir tengah dan barat Jepang selama beberapa hari terakhir. Angin kencang disertai hujan deras menyebabkan kerusakan di sebagian besar wilayah Osaka. Jaringan listrik, gas, dan komunikasi terputus membuat sebagian kota ini menjadi gelap. Selain itu jaringan transportasi terputus yang menyebabkan kota ini menjadi lumpuh.
Operasional kereta api dan penerbangan pun menjadi korban dalam taifun ini. Di Dipo Hameno tiang penyangga LAA di dalam dipo roboh dan menyebabkan listrik aliran atas di dipo terputus. Akibatnya operasional di dalam dipo pun menjadi terganggu. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini.
Sebuah kapal tanker menabrak jembatan penghubung antara Bandara Internasional Kansai dan daratan utama kemarin. Tabrakan ini menyebabkan kerusakan pada jalur jalan raya arah daratan utama. Meski tak menyebabkan kerusakan pada jalur kereta api, namun lalu lintas baik kendaraan maupun kereta api di jembatan terpaksa ditutup untuk alasan keamanan. Lalu lintas penumpang terpaksa dialihkan menggunakan kapal feri. Sebelas orang kru kapal dikabarkan terluka akibat peristiwa ini.

Di dalam bandara sendiri kondisinya tak jauh lebih baik. Jalur kereta api menuju Bandara Kansai terendam air. Air merendam hampir keseluruhan jalur. Akibatnya kereta api tidak dapat melintas dan listrik aliran atas dimatikan untuk mencegah terjadinya konsleting. Selain merendam jalur kereta api, air juga merendam taxiway dan landasan pacu Bandara Kansai.

Jalur menuju Bandara Kansai yang terendam air | picture by: Minoru Momoi

Yang terparah terjadi di Jalur Utama Nankai. Stasiun Ozaki yang berada di jalur ini ludes terbakar. Seluruh bangunan stasiun ludes dilalap si jago merah. 

Stasiun Ozaki di Jalur Utama Nankai yang hangus terbakar

Dilansir dari The Japan News, taifun yang melanda pesisir Jepang kali ini bisa dibilang merupakan salah satu yang terburuk sejak 1993. Dari data yang dikumpulkan oleh alat pengukur kecepatan angin di Bandara Kansai, kecepatan angin berkisar antara 206,64 hingga 209,16 kilometer per jam. Curah hujan yang tercatat di Awaji, Prefektur Hyogo sebesar 85,5 milimeter hanya dalam waktu satu jam.
Sampai berita ini diturunkan setidaknya 11 orang tewas dan 300 orang luka-luka akibat badai ini. Kebanyakan dari mereka tertimpa reruntuhan bangunan yang tertiup oleh angin. 

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

loading...

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: