Berita KAIndonesiaKereta Api

Banjir Rendam Petak Bangil – Pasuruan, Perjalanan KA Terhenti

Jalur di petak antara Bangil dan Pasuruan yang gogos akibat banjir yang merendam kawasan Pantura | Kelanakota

[29/4]. Hujan deras yang mengguyur kawasan Pasuruan menyebabkan banjir merendam Jalur Pantura Pasuruan. Malam tadi jalur di petak antara Stasiun Bangil dan Pasuruan ditutup dari lalu lintas kereta api akibat banjir. Banjir merendam di KM 58 – 59. Banjir pertama kali diketahui sekitar pukul 11 malam. Pada saat itu air hanya merendam hanya setinggi bagian bawah bantalan dan jalur masih bisa dilalui dengan kecepatan 40 km/jam.

Tak lama berselang sekitar pukul setengah 1 malam, air meninggi hingga setinggi 10 centimeter di atas rel. Air yang mengalir dengan sangat deras menyebabkan tanah yang menjadi pondasi rel tergerus dan menyebabkan jalur menjadi gogos. Gogosan terjadi di tiga titik dengan panjang masing-masing mencapai 3 meter.

Banjir yang merendam petak antara Bangil – Pasuruan pada malam hari tadi | picture by: Irul

Akibatnya jalur ditutup untuk perjalanan kereta api hingga perbaikan selesai dilakukan. Akibat gogosan ini, sejumlah perjalanan KA tertahan di sejumlah stasiun. Perjalanan yang tertahan di antaranya adalah KA 113 Mutiara Selatan, KA 213 Probowangi, KA 90 Mutiara Timur, KA 104 Ranggajati, KA 190 Logawa, KA 206 Tawang Alun, KA 196 Sritanjung, dan KLB KP/7096 Wijayakusuma.

Penumpang yang tertahan kemudian diangkut menggunakan bus yang disediakan oleh KAI di Stasiun Bangil. Penumpang diangkut menggunakan bus dari Bangil hingga Pasuruan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan rangkaian pengganti. Sebagian penumpang ada yang memilih membatalkan tiketnya dan melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lainnya karena terburu-buru.

Petak Bangil – Pasuruan kembali dibuka untuk lalu lintas kereta api pada Selasa pagi pukul 5:28. KA pertama yang melintas pasca gogosan adalah KA 213 Probowangi. Meski sudah dibuka, namun batas kecepatan di lokasi gogosan masih dibatasi hanya 20 km/jam.

Selain merendam jalur kereta api dan Jalur Pantura, banjir juga merendam 8 desa yang tersebar di 6 kecamatan di Pasuruan. Banjir merendam dengan ketinggian bervariasi mulai dari 80 centimeter hinggam 1 meter. Warga memilih mengungsi dari banjir yang merendam rumah mereka.

(RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×