Berita KAIndonesiaKAI CommuterKereta Api

Anker Twitter Buat Surat Terbuka untuk KAI Commuter dan Pemerintah Soal CLI-225

Rangkaian pertama CLI-225 saat meninggalkan Stasiun Manggarai menuju Jakarta Kota | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

REDigest.web.id, 24/4 – Polemik sarana CLI-225 memasuki babak baru. Komunitas Anker Twitter merilis surat terbuka kepada KAI Commuter selaku operator dan pemangku kebijakan terkait masalah yang muncul pada sarana CLI-225.

Surat terbuka ini dirilis bersamaan dengan Hari Perhubungan Nasional yang jatuh pada 24 April 2026. Surat terbuka yang dirilis ditujukan kepada pemangku kebijakan, operator, dan perusahaan seperti Komisi V DPR, Kementerian Perindustrian, DJKA, Danantara, KAI Commuter, dan INKA.

Dalam surat terbuka ini, Anker Twitter menyoroti desain dan reliabilitas kereta CLI-225 yang menurut mereka kurang mendukung komuter di Jabodetabek yang memiliki frekuensi tinggi dan jumlah penumpang yang besar. Mereka pun menjadikan KRL bekas dan CRRC CLI-125 sebagai patokan keandalan sarana KRL.

Komunitas Anker Twitter juga mendesak para pemangku kebijakan untuk naik Commuter Line di jam sibuk agar bisa memahami masalah yang dihadapi masyarakat. Di sisi lain Komunitas Anker Twitter memberikan sejumlah rekomendasi kepada KAI Commuter dan pemangku kebijakan untuk mengatasi masalah CLI-225.

Di antaranya adalah tidak memaksakan seluruh pengadaan sarana ke INKA mengingat kapasitas produksinya terbatas, memberikan kebebasan pada INKA untuk mengembangkan produknya, mendorong kerjasama INKA dengan pabrikan luar, memberikan kelonggaran TKDN kepada INKA, serta mengembangkan industri pendukung perkeretaapian, misalnya industri manufaktur.

Danantara Tutup Keran Impor Sarana

Suasana Workshop PT INKA, nampak KRL iE305 dan Trem Baterai | Foto: RED/Dimasyah Sylva

Sebelumnya Danantara menutup total keran impor sarana kereta api dari luar negeri. Dikutip dari IDNTimes, penutupan keran impor ini mencakup segala jenis sarana mulai dari kereta, gerbong, KRL, KRD, hingga lokomotif.

Danantara mendorong operator khususnya KAI untuk melakukan pengadaan sarana hanya melalui INKA. Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan dengan ditutupnya keran impor sarana maka pengadaan sisa 30 trainset KRL hanya akan dilakukan melalui INKA.

Karina mengatakan pihaknya bersama KAI dan pemerintah tengah melakukan kajian untuk pengadaan sisa sarana KRL ini. Meski demikian, Karina mengatakan KAI Commuter masih belum melakukan pemesanan tambahan ke INKA.

Kebijakan Danantara yang menutup keran impor sarana ini menuai sorotan dari pengamat dan pecinta kereta api. Pasalnya kapasitas produksi INKA saat ini masih sangat terbatas sehingga dengan melimpahkan semua pengadaan ke INKA akan membuat produksi sarana melampaui kapasitas produksinya dan membuat proses peremajaan sarana jadi jauh lebih lama.

Selain itu terbatasnya riset dan pengembangan teknologi perkeretaapian serta tidak adanya industri manufaktur yang mendukung produksi kereta api di dalam negeri membuat masalah ini jadi jauh lebih runyam.

Pengamat dan pecinta kereta api menyarankan agar pengadaan sarana dibagi dengan pabrikan luar guna mengurangi beban produksi INKA yang terbatas. (RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses