Trem dari Belanda Akan Dihibahkan ke Bogor

Pertemuan Kemenlu dan Wakil Walikota Bogor mengenai Hibah Trem | Foto: Ayobogor

[9/9] – Selain Kota Surabaya yang telah terlebih dahulu mencanangkan pembangunan trem, ternyata diam-diam Bogor juga menyimpan kejutan. Pasalnya pada Agustus lalu pemerintah Kota Bogor telah mencanangkan pengadaan trem hibah dari Belanda untuk pembangunan transportasi massal mereka.

Seperti yang dilansir dari Ayobogor, pada tanggal 14 Agustus lalu Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim telah mengadakan pertemuan dengan Direktur Eropa 1 Kementerian Luar Negeri Indonesia Dino R. Kusnadi. Pada pertemuan tersebut, dibahas langkah-langkah diplomatik apa yang harus diambil untuk menerima hibah trem dari Belanda, tepatnya Kota Utrecht.

Qbuzz 5022 als U-tram, Jaarbeursplein.JPG
Ilustrasi salah satu armada trem Kota Utrecht, Belanda | Foto: Bonaber, Wikimedia Commons

Dino menerangkan bahwa pihak Kemenlu akan membantu kerjasama bilateral pengembangan transportasi di Kota Bogor. Selain itu, ia juga berharap bahwa Kota Bogor akan meningkatkan kerjasamanya lebih dari sekadar pengadaan trem, tetapi juga kerjasama di bidang lainnya. Sementara Dedie menerangkan pihaknya akan berkoordinsai dengan dinas terkait seperti BPTJ, Bappenas, dan Kemenhub untuk rencana pengadaan trem di Kota Bogor. Tidak hanya itu, pihaknya juga telah memulai kajian untuk pengadaan dan pemanfaatan trem tersebut.

Sementara itu, pada September ini Dishub Kota Bogor juga memberikan keterangan mereka. Seperti yang dilansir dari Inilah Koran, Dishub Kota Bogor sedang menunggu kajian trem yang saat ini telah berlangsung. Jika kajian trem berhasil, maka angkot tidak akan lagi beroperasi di Pusat Kota Bogor. Direncanakan kajian ini akan selesai pada tahun 2020 dan dilanjutkan dengan kajian lanjutan.

Pihak Dishub Bogor akan melakukan rerouting dan konversi, sehingga tidak akan ada angkot yang bersinggungan dengan trem. Namun untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang dipegang oleh Pemprov Jawa Barat, sehingga harus dikoordinasikan juga. Selain itu, mereka juga menegaskan bahwa angkot tidak akan sepenuhnya dihapus, melainkan dialihkan menjadi feeder.

Tentu saja kita berharap rencana ini bisa mulus terlaksana, tidak menambah panjang daftar wacana transportasi di Indonesia (RED/IHF).

Referensi

Ayobogor

Inilah Koran

loading...

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: