Berita KAIndonesiaMRT Jakarta

Bangunan Integrasi Stasiun MRT ASEAN – Halte CSW Resmi Dibangun

(kiri ke kanan) Dirut MRTJ, Gubernur DKI Jakarta, Kepala Dishub DKI Jakarta, dan Dirut Transjakarta dalam peletakan batu pertama pembangunan integrasi Stasiun MRT ASEAN-Halte CSW | MRT Jakarta

[23/1]. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membangun bangunan integrasi yang menghubungkan Stasiun MRT ASEAN dengan Halte Transjakarta CSW di Koridor 13. Peletakan batu pertama dilakukan di Stasiun ASEAN pada Rabu (22/1) kemarin.

Peletakan batu pertama dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo, Direktur Utama MRT Jakarta William P. Sabandar, dan Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono.

Dilansir dari rilis resmi MRT Jakarta, nantinya bangunan integrasi ini akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama pembangunan akan dilakukan di Halte Transjakarta CSW di mana bangunan ini terdiri atas 5 lantai yang terdiri atas halte eksisting CSW dan area retail.

Yang kedua adalah jembatan penghubung dengan Koridor 1 dan jembatan penyeberangan orang yang juga terhubung dengan Stasiun MRT ASEAN dengan panjang 145 meter. Pembangunan bangunan integrasi ini sendiri sudah dilakukan sejak November 2019 lalu dan saat ini pembangunan di sisi MRT sendiri sudah mencapai 60 persen. Ditargetkan bangunan integrasi ini dapat rampung dan beroperasi pada 10 April 2020 mendatang.

View this post on Instagram

Integrasi adalah hal penting dalam mendorong penggunaan transportasi publik dalam mobilitas keseharian masyarakat. Tanpa integrasi, pengguna enggan untuk mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana transportasi publik yang telah disiapkan. Oleh karena itu, pada Rabu (22-1-2020) lalu, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pencanangan pembangunan integrasi antara Stasiun ASEAN dan Halte CSW Transjakarta. Pencanangan dilakukan di area peron penumpang Stasiun ASEAN dan dihadiri oleh Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William P. Sabandar, dan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono. Pembangunan integrasi ini terdiri dari dua fase, yaitu pertama, halte penghubung CSW yang terdiri dari lima lantai dengan fungsi sebagai halte, area retail, serta halte existing CSW, dan kedua, jembatan, bangunan penghubung koridor 1, dan jembatan penghubung dengan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Saat ini, perkembangan pembangunan jembatan penghubung dari sisi MRT Jakarta dengan panjang 145 meter telah selesai 66 persen dan direncanakan akan terbuka untuk publik dan mulai beroperasi pada 10 April 2020. #MRTJakarta #UbahJakarta

A post shared by MRT Jakarta (@mrtjkt) on

Diharapkan dengan hadirnya bangunan integrasi ini dapat mempermudah penumpang MRT Jakarta yang ingin melanjutkan perjalanan menggunakan Transjakarta di Koridor 13 untuk menuju Ciledug atau Tendean maupun sebaliknya.

Sejak Koridor 13 beroperasi pada 13 Agustus 2017 lalu, Halte CSW menjadi satu-satunya halte yang belum dibuka dan beroperasi melayani naik-turun penumpang. Hal tersebut dikarenakan belum terintegrasinya Halte CSW dengan Stasiun MRT ASEAN. Jika bangunan integrasi sudah beroperasi, maka seluruh halte di Koridor 13 sudah sepenuhnya beroperasi.

(RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×