Jakarta Darurat COVID-19, KCI Kurangi Jam Operasional Commuter Line

KRL seri 205 rangkaian BUD146 sewaktu beroperasi dengan formasi asli

[22/3]. Diumumkannya status tanggap darurat pandemi COVID-19 di DKI Jakarta tak hanya berdampak pada pembatasan operasional perjalanan MRT, LRT, dan TransJakarta. KCI juga akan memberlakukan pembatasan operasional pada perjalanan Commuter Line.

Dilansir dari Detik, pembatasan operasional Commuter Line akan dilakukan selama 14 hari atau 2 minggu atau hingga ada keputusan lebih lanjut dari pemerintah secara merata di seluruh lintas. Hal ini disebutkan telah dilakukan atas koordinasi dari pemerintah DKI Jakarta dengan KCI dan Kemenhub.

Pembatasan akan dimulai pada Senin (23/3) mendatang. Sama seperti MRT, LRT, dan TransJakarta, operasional Commuter Line dibatasi dari yang sebelumnya dari pukul 4 pagi sampai pukul 2 pagi menjadi pukul 6 pagi hingga pukul 8 malam.

Sebanyak 276 perjalanan Commuter Line dibatalkan di seluruh lintas dengan rincian Lintas Selatan sebanyak 66 perjalanan, Lintas Lingkar sebanyak 54 perjalanan, Lintas Timur sebanyak 43 perjalanan, Lintas Barat sebanyak 48 perjalanan, Lintas Tangerang sebanyak 18 perjalanan, dan seluruh perjalanan Feeder Kampung Bandan sebanyak 47 perjalanan.

Jadi nantinya dalam sehari hanya akan ada 713 perjalanan Commuter Line yang beroperasi di seluruh Jabodetabek. Untuk headway diatur per lintas. Misal Lintas Selatan dan Lintas Lingkar diatur 10 sampai 15 menit sekali di jam sibuk, Lintas Timur (Bekasi – Jakarta Kota), Lintas Barat, dan Lintas Tangerang diatur 15 hingga 30 menit sekali di jam sibuk. Sedangkan untuk Lintas Kulon dan Lintas Timur (Cikarang – Jakarta Kota) tidak ada pengaturan headway dan kereta tetap beroperasi seperti jadwal dengan mengikuti pembatasan operasional.

Guna mengantisipasi penumpukan penumpang, KCI akan mengoptimalkan pengoperasian rangkaian SF 10 dan SF 12 supaya bisa mengangkut penumpang lebih banyak. Pengurangan jam operasional ini akan dilakukan selama 14 hari atau sampai ada pengumuman lebih lanjut dari otoritas terkait.

Sejak pemerintah menerbitkan himbauan masyarakat untuk bekerja di rumah alias work from home, KCI mencatat terjadinya penurunan jumlah penumpang harian secara signifikan dari yang sebelumnya 900.000 hingga 1 juta penumpang per hari menjadi hanya 400.000 hingga 500.000 penumpang per harinya.

VP Corporate KCI Anne Purba seperti dikutip dari press release KCI meminta masyarakat untuk menyesuaikan kembali jadwal perjalanannya serta menghimbau masyarakat untuk tetap di rumah untuk mengurangi penyebaran pandemi COVID-19.

“Kami mohon kerja sama dari para pengguna KRL untuk mengikuti berbagai upaya menjaga jarak ini dan menyesuaikan kembali perjalanannya terutama pada keberangkatan pagi dan sore hari. Calon pengguna KRL juga dapat mempertimbangkan kembali, apabila bukan keperluan yang mendesak sebaiknya mengikuti himbauan pemerintah untuk tetap di rumah,” jelas VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba.

(RED/BTS)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: