Pendiri Plasser & Theurer Meninggal Dunia

Dr Josef Theurer salah satu pendiri Plasser & Theurer meninggal dunia pada umur 92 tahun | Railjournal

[21/3]. Kabar duka datang dari bidang keteknikan perkeretaapian dunia. Pendiri perusahaan produsen mesin perbaikan jalan rel (MPJR) Plasser & Theurer, Dr Josef Theurer, meninggal dunia pada 19 Maret lalu di usia 92 tahun.

Berita duka tersebut disampaikan oleh pihak perusahaan melalui rilis resminya. Dr Josef Theurer bersama dengan Franz Plasser mendirikan perusahaan Plasser & Theurer pada tahun 1953 dan membuat mesin perbaikan jalan rel (MPJR).

Sepanjang karirnya, Theurer telah mengantongi sebanyak 1000 hak paten di bidang teknologi perkeretaapian yang mendukung mekanisasi pembangunan infrastruktur perkeretaapian dan perawatan jalan rel serta peningkatan keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api.

Perusahaan yang didirikannya juga berkontribusi dalam membuka lapangan perkerjaan di seluruh dunia. Hingga tahun 2011, Plasser & Theurer mempekerjakan lebih dari 4000 staff dan teknisi di seluruh dunia.

Josef Theurer pensiun pada 2011 dan menyerahkan tongkat kepemimpinan perusahaan kepada cucunya Johannes Max-Theurer.

Johannes mengatakan kakeknya merupakan inspirasi dan bisa dijadikan contoh untuk kita semua untuk menjadi seorang pionir, inovator, dan perintis serta menjadi seorang manusia yang lebih baik dan bermanfaat.

(RED/BTS)

Railway Gazette

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×