Mitsubishi Electric Palsukan Data Pengujian Pendingin Udara Kereta

KRL Mitsubishi
Ilustrasi KRL untuk New York Subway yang memiliki komponen Mitsubishi Electric | Foto: Nikkei Asia

[12/7] Kabar kurang sedap berembus dari dunia kereta api Jepang. Pasalnya Mitsubishi terungkap mencurangi data inspeksi perlengkapan pendingin udara untuk kereta.

Dilansir dari Nikkei Asia, dugaan kecurangan ini bahkan sudah berlangsung dari 1980an. Proses inspeksi yang diduga dicurangi ini diketahui dari proses investigasi internal. Pemalsuan data inspeksi ini sendiri telah terungkap pada pertengahan Juni lalu dan telah dilaporkan ke Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (Ministry of Economy, Trade and Industry).

Penemuan ini menandakan skandal terbaru yang berpotensi menciptakan keraguan terhadap kualitas pemeriksaan industri Jepang. Sebelumnya juga terdapat masalah serupa pada perlengkapan keselamatan gempa bumi, mobil, dan manufaktur baja.

Permasalahan data inspeksi ini juga mencakup data inspeksi terhadap perlengkapan yang sebenarnya tidak pernah diinspeksi. Meskipun demikian, pihak Mitsubishi menyebutkan tidak ada dampak terhadap keselamatan, fitur, atau performansi produk tersebut. Model yang terdampak juga saat ini sedang diinvestigasi Mitsubishi.

Meski demikian, para pemegang saham tidak diberitahu akan penemuan ini pada rapat umum tahunan perusahaan. (RED/IHF)

Iklan dari Mitra

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×