Terdampak Wabah Coronavirus, Ratusan Turis Asing Batal Naik Kereta Uap Ambarawa

Lokomotif B2503 dan D 301 24 saat berada di Dipo Lokomotif Ambarawa

[12/3]. Wabah coronavirus yang terjadi di beberapa negara di dunia menimbulkan dampak besar pada sektor pariwisata di Indonesia. Museum KA Ambarawa juga menjadi salah satu yang terdampak wabah virus asal Kota Wuhan ini.

Ratusan turis asing membatalkan kunjungannya ke Museum KA Ambarawa akibat wabah coronavirus. Dalam keterangannya kepada Semarang Pos, Manajer Historical Building and Museum PT KA Wisata Trisna Cahyani mengatakan ratusan turis terebut merupakan penumpang dari kapal pesiar Viking Sun.

Ratusan turis asal Inggris dan Amerika Serikat tersebut tadinya akan menaiki kereta uap Ambarawa. Namun rencana tersebut batal setelah kapal Viking Sun dilarang untuk bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang pada 5 Maret lalu.

Trisna mengatakan pihak travel agent sudah memesan perjalanan kereta uap sebanyak 3 kereta untuk mengangkut sebanyak 120 turis. Meski demikian berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh KAI tiket yang dibatalkan tidak dapat dikembalikan atau refund melainkan menjadi deposit yang dapat digunakan sampai tiga bulan ke depan. Jika lebih dari itu maka tiket dianggap hangus.

Tak hanya turis asing yang membatalkan kunjungannya ke Ambarawa, turis lokal juga membatalkan kunjungannya akibat wabah coronavirus. Rombongan pelajar asal Jakarta membatalkan kunjungan ke Museum KA Ambarawa setelah orang tua siswa tidak mengizinkan.

Sebelumnya pada 5 Maret lalu, Pemerintah Kota Semarang melarang kapal pesiar Viking Sun untuk berlabuh di Pelabuhan Tanjung Mas. Pelarangan ini dilakukan atas munculnya kekhawatiran penumpang kapal berbendera Norwegia tersebut membawa coronavirus.

Penolakan juga dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya yang menolak kapal Viking Sun untuk berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak.

(RED/BTS)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: