TGV “Rumah Sakit COVID-19” Mulai Beroperasi Mengangkut Pasien

Seorang pasien COVID-19 di Stasiun Gare d’Austerlitz saat akan diangkut menggunakan TGV rumah sakit dari Paris ke Brittanny | Thomas Samson/Pool via REUTERS

[3/4] Dua rangkaian TGV rumah sakit diberangkatkan dari Stasiun Gare d’Austrelitz, Paris pada Rabu (1/4) kemarin. Rangkaian-rangkaian ini nantinya akan beroperasi untuk mengangkut pasien COVID-19 dari Paris, kota dengan jumlah kasus terbesar di Perancis, ke sejumlah kota seperti Rennes, Saint-Brieuc, dan Brest di barat Perancis.

Pengangkutan menggunakan TGV dilakukan untuk mengurangi beban rumah sakit di Paris dengan menyebar pasien COVID-19 ke kota-kota yang kapasitas rumah sakitnya masih bisa menampung banyak pasien.

Tak hanya TGV. Helikopter dan pesawat baik sipil maupun militer dikerahkan untuk mengangkut sebagian pasien dari wilayah timur menuju barat Perancis. Selain ke wilayah barat Perancis, sebagian pasien juga dibawa ke sejumlah negara seperti Swiss, Luxembourg, dan Jerman.

Tak banyak modifikasi yang dilakukan pada rangkaian. Pasien yang hendak dibawa menuju wilayah barat nantinya akan masuk dibawa masuk ke dalam kereta menggunakan tandu dan ditempatkan di atas bangku penumpang. Respirator dan infus juga dibawa ke dalam kereta.

Sebanyak 50 orang tenaga medis disiapkan di setiap rangkaian kereta. Sebanyak 200 orang kru kereta dari SNCF disiapkan untuk mengangkut para pasien. Dalam perjalanan pertamanya TGV “rumah sakit” ini mengangkut sebanyak 24 orang pasien.

SNCF sendiri sudah pernah melakukan uji coba pengangkutan pasien kritis menggunakan rangkaian TGV. Bahkan pada tahun 2015 lalu saat serangan teroris yang menewaskan sebanyak 131 orang terjadi di Paris, perusahaan sempat diminta bersiap oleh pihak yang berwenang untuk mengangkut korban serangan apabila rumah sakit di Paris kelebihan kapasitas.

Pihak perusahaan sendiri sudah pernah melakukan simulasi pengangkutan pasien kritis menggunakan TGV pada Mei 2019 lalu dalam latihan yang diberi nama Operasi Chardon. Sehingga ketika kondisi krisis seperti pandemi COVID-19 terjadi saat ini SNCF sudah siap untuk mengangkut pasien dalam jumlah besar.

Hingga berita ini ditulis (3 April 2020 pukul 19:17 WIB) sebanyak 5.380 orang meninggal dunia dan 58,441 terkonfirmasi positif COVID-19 di Perancis dan membuatnya menjadi negara dengan kasus COVID-19 terbesar ketiga di Eropa setelah Spanyol dan Italia.

(RED/BTS)

Financial Times

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: