PT KAI Ubah Frekuensi KLB Penumpang Menjadi Dua Hari Sekali

KLB KP/10507 Surabaya Pasarturi-Gambir dengan stamformasi yang telah dipendekkan | Foto: Somasta Kharisma Jati
KLB KP/10507 Surabaya Pasarturi-Gambir dengan stamformasi yang telah dipendekkan | Foto: Somasta Kharisma Jati

[14/5] Setelah sebelumnya beroperasi mulai Senin (12/5) lalu, KLB angkutan penumpang mulai Jumat besok (15/5) akan diubah frekuensinya menjadi dua hari sekali. Pernyataan ini disampaikan oleh VP Public Relations PT KAI Joni Martinus.

Dilansir dari rilis resmi KAI, Joni mengatakan perubahan ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi di lapangan. Selama dua hari beroperasi KLB ini total hanya mengangkut 148 orang penumpang, dengan rincian 62 orang pada hari pertama dan 86 orang pada hari kedua. Pada jadwal yang dikurangi ini, KLB dari Surabaya beroperasi hanya pada tanggal genap. Sedang KLB dari Bandung atau Jakarta beroperasi hanya pada tanggal ganjil dengan jadwal sebagai berikut:

Penumpang yang telah membeli tiket dan perjalanannya dibatalkan akan dihubungi oleh KAI untuk diinfokan perubahan perjalanannya menjadi tanggal selanjutnya. Penumpang tersebut kemudian diharuskan membuat surat izin dari posko satgas yang baru. Apabila penumpang tersebut membatalkan perjalanan, pembatalan tiket dapat dilakukan di aplikasi KAI Access atau Loket Stasiun dan uang tiket akan dikembalikan penuh.

Selain pengurangan jadwal, juga dilakukan pengurangan jumlah kereta dalam rangkaian KLB. Mulai hari ini (14/5), rangkaian KLB hanya membawa satu kereta eksekutif, satu kereta ekonomi, di samping kereta makan, pembangkit dan bagasi. Sehingga total hanya tersedia 66 tempat duduk di seluruh rangkaian (50% dari kapasitas total). Sementara itu, telah ada 80 penumpang yang ditolak naik karena tidak memenuhi persyaratan sesuai SE Gugus Tugas COVID-19.

Penumpang juga diimbau untuk datang lebih awal dari jadwal keberangkatan karena ada proses verifikasi dokumen. Selain itu, penumpang juga diwajibkan untuk turun sesuai relasi untuk memaksimalkan penanganan dan pencegahan COVID-19.

Sebelumnya, dilansir dari Detik pada Senin (12/5) lalu, terdapat perjalanan KLB yang hanya mengangkut satu orang penumpang. Perjalanan ini adalah KLB relasi Surabaya Pasarturi-Bandung. Sementara dari 62 orang yang diangkut pada hari pertama, rinciannya adalah Gambir – Surabaya Pasarturi dengan total 27 penumpang, KLB Surabaya Pasarturi – Gambir dengan total 12 penumpang, dan KLB Bandung – Surabaya Pasarturi dengan total 11 penumpang. (RED/IHF)

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: