KCI Akan Larang Praktik Penumpang Tektok

formasi 12 kereta
Ilustrasi Commuter Line di Stasiun Jakarta Kota

[30/6] Anda penumpang yang biasa naik Commuter Line secara tektok sampai stasiun tujuan akhir demi dapat tempat duduk? Atau Anda yang biasa ngelintas sampai stasiun tujuan akhir dan kembali lagi dengan kereta yang sama? Sekarang Anda tidak akan bisa lagi melakukan itu.

KCI akan mengosongkan rangkaian kereta dari penumpang ketika sampai di stasiun tujuan. Kebijakan ini diberlakukan setelah banyaknya keluhan penumpang di stasiun pemberangkatam awal tidak bisa naik karena sudah penuh oleh penumpang yang tektok.

Seperti dikutip dari rilis pers KCI, praktik tektok banyak dilakukan penumpang untuk bisa mendapatkan tempat duduk terutama di jam berangkat dan pulang kerja. Sebagai contoh penumpang dari Bojong Gede dan Cilebut naik Commuter Line Bogor dan naik kereta yang sama untuk menuju Jakarta.

Akibatnya dalam pembatasan penumpang seperti saat ini penumpang yang naik di stasiun keberangkatan awal seperti Bogor tidak dapat naik ke kereta karena sudah penuh oleh penumpang dari Cilebut dan Bojong Gede dan harus menunggu lebih lama untuk naik kereta selanjutnya.

Nantinya ketika kereta sampai di tujuan petugas keamanan akan berkeliling untuk memastikan tidak ada penumpang yang melakukan praktik tektok. Jika ditemui penumpang tektok, maka petugas akan menurunkan penumpang dan memintanya untuk tap out dan tap in lagi di stasiun tujuan akhir.

Semenjak pemerintah memberlakukan masa transisi menuju kenormalan baru terjadi peningkatan signifikan pada jumlah penumpang Commuter Line. Per tanggal 29 Juni 2020, KCI mencatat jumlah penumpang harian mencapai 393.498 penumpang per hari. Angka ini meningkat 10 persen dibandingkan Senin pekan lalu.(RED/BTS)

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: