KAI dan RNI Sediakan Layanan Rapid Test di Stasiun

Ilustrasi rapid test COVID-19 | Foto: Republika

[25/7] Mau naik kereta jarak jauh tapi malas buat rapid test di rumah sakit karena ribet dan mahal? Sekarang bisa untuk rapid test di stasiun. KAI bersama dengan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menyediakan layanan rapid test COVID-19 di stasiun keberangkatan KA jarak jauh.

Seperti dilansir dari rilis pers KAI, layanan rapid test di stasiun akan mulai tersedia pada Senin (27/7) mendatang. Biaya rapid test yang disediakan lebih murah yakni hanya Rp 85.000 untuk sekali cek.

Layanan rapid test disediakan KAI menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat tentang mahalnya biaya rapid test yang menjadi syarat melakukan perjalanan menggunakan KA jarak jauh di rumah sakit. Layanan ini nantinya akan tersedia di 12 stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh. Pelanggan yang berhak untuk melakukan rapid test ini diharuskan memiliki kode booking tiket KA Jarak Jauh.

Di antaranya adalah Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Malang. Layanan rapid test hanya dapat dilakukan penumpang yang sudah memiliki kode booking mulai pukul 7:00 WIB hingga pukul 19:00 WIB.

Untuk tahap awal, layanan rapid test hanya tersedia di Stasiun Pasar Senen dan secara bertahap akan disediakan di stasiun-stasiun lainnya. (RED/BTS)

Iklan dari Mitra

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

One thought on “KAI dan RNI Sediakan Layanan Rapid Test di Stasiun

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: