Pembebasan Lahan Bermasalah, Proyek Jalur KA Trans Sulawesi Terancam Berhenti

[30/8] Kabar buruk datang dari proyek Jalur KA Trans Sulawesi. Proyek jalur yang menghubungkan Pulau Sulawesi ini terancam berhenti di tengah jalan akibat permasalahan klasik: pembebasan lahan. Seperti dilansir dari IDNTimes, permasalahan lahan terjadi pada proyek pembangunan seksi Maros – Makassar.
Sekretaris Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulmafendi mengatakan permasalahan lahan yang terjadi semakin berlarut-larut dan dirinya menilai pemerintah lamban dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Ia juga mengatakan proyek yang dikerjakan terancam dialihkan ke Pulau Jawa.
Di tempat lain Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan permasalahan lahan yang terjadi dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah setempat. Ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan dana untuk pembebasan lahan yang akan dilakukan serta berkoordinasi dengan pihak lainnya seperti BPN, Kejati, dan pemerintah daerah setempat.
Nurdin juga mengatakan pihaknya telah berusaha mengumpulkan masyarakat di desa, kelurahan, dan kecamatan yang terdampak pembangunan Jalur KA Trans Sulawesi yakni di Kecamatan Mandai, Desa Marumpa dan Kelurahan Hasanuddin, Kabupaten Maros. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak menghalangi pembangunan proyek jalur ini.
Sementara itu Pengamat Transportasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Lambang Basri turut menanggapi masalah ini. Ia meminta seluruh komponen pemerintah untuk kompak menyelesaikan permasalahan lahan ini. Selain itu tokoh masyarakat juga harus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mempermudah pembebasan lahan di masyarakat. (RED/BTS)