Ho Chi Minh City Metro Terima Rangkaian KRL Pertamanya

Rangkaian pertama Ho Chi Minh Metro yang diperlihatkan pada Selasa lalu | Vietnamplus
Rangkaian pertama Ho Chi Minh City Metro yang diperlihatkan pada Selasa lalu | Foto: Vietnamplus

[16/10] Ho Chi Minh City Metro perlihatkan rangkaian KRL pertamanya pada Selasa (13/10) lalu. Rangkaian berwarna biru-silver ini diperlihatkan kepada media di Dipo Long Binh.

Rangkaian yang dibuat oleh pabrikan Hitachi ini jika dilihat sepintas terlihat agak sedikit jadul namun tetap modern dengan lampu depan dan belakang LED. Sedangkan bagian samping kereta terlihat mirip dengan rangkaian MRT Jakarta di Indonesia.

Bagian depan dan samping rangkaian Ho Chi Minh Metro | Foto: VNExpress international
Bagian depan dan samping rangkaian Ho Chi Minh Metro | Foto: VNExpress international

Tak hanya sampingnya, interiornya pun mirip dengan rangkaian MRT Jakarta. Bangku kereta dibuat dari plastik dan tidak disediakan rak bagasi. Pegangan tangan tidak hanya disediakan di samping kiri dan kanan kereta tapi juga di bagian tengah kereta.

Tampak interior rangkaian Ho Chi Minh Metro | Foto: VNExpress International
Tampak interior rangkaian Ho Chi Minh Metro | Foto: VNExpress International

Satu set rangkaian Ho Chi Minh Metro terdiri atas 3 kereta yang dapat mengangkut hingga 930 orang penumpang sekali jalan. Rangkaian ini dapat dipacu hingga kecepatan 110 km/jam. Rangkaian ini menggunakan lebar sepur standar (1435 mm) dan menggunakan tenaga listrik yang bersumber dari listrik aliran atas (LAA).

Seperti dilansir dari Vietnamplus, rencananya akan dibuat sebanyak 17 set untuk Lintas 1 Ho Chi Minh City Metro.

Lintas 1 Ho Chi Minh Metro sendiri memiliki panjang 19,7 kilometer menghubungkan Stasiun Bến Thành dengan Stasiun Suối Tiên Park. Selain membangun jalur kereta metro, Pemerintah Vietnam juga tengah membangun jalur tram dan monorail di kota yang dahulu bernama Saigon ini untuk mengatasi kemacetan di kota tersebut.(RED/BTS)

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: