Jalur Ganda Solo Balapan-Solo Jebres Beroperasi

Pekerjaan switch over jalur ganda Solo Balapan-Solo Jebres. Wesel pertama (paling depan) adalah wesel menuju Gundih hingga Semarang/Gambringan, sedang wesel kedua (belakang) menuju emplasemen utara. | Foto: Muhammad Ghaleh
Pekerjaan switch over jalur ganda Solo Balapan-Solo Jebres. Wesel pertama (paling depan) adalah wesel menuju Gundih hingga Semarang/Gambringan, sedang wesel kedua (belakang) menuju emplasemen utara. | Foto: Muhammad Ghaleh

[7/10] Setelah selama beberapa waktu terputus di petak Solo Balapan-Solo Jebres, akhirnya jalur ganda lintas selatan dari Cirebon hingga Jombang tersambung juga.

Dilansir dari fanpage Direktoral Jenderal Perkeretaapian (DJKA), proses switch over untuk pengaktifan jalur ganda ini dilakukan pada Rabu (7/10) dari pukul 07.35-08.00 pagi tadi. Proses switch over petak jalan sepanjang 2,1 km ini melibatkan pemindahan wesel percabangan dari Solo Jebres ke Gundih dan mendinaskan persinyalan baru SIL-02, menggantikan persinyalan Siemens DRS-60 yang sudah berdinas selama puluhan tahun. Meskipun demikian, perpotongan jalur “X” yang menjadi ciri khas di sebelah timur stasiun ini masih tetap dipertahankan.

Sinyal elektrik Siemens DRS-60 yang telah dipensiunkan
Sinyal elektrik Siemens DRS-60 yang telah dipensiunkan | Foto: Somasta Kharisma Jati

Sebelumnya sejak Agustus lalu jalur 3 eksisting di Solo Balapan juga telah dibongkar untuk mengakomodir peron tinggi. Setelah switch over jalur ganda ini, jalur 4 eksisting menjadi jalur lurus menuju Solo Jebres hingga Surabaya, sedang jalur 5 eksisting menjadi jalur lurus menuju Klaten hingga Kroya.

Proyek peninggian peron di lokasi jalur 3 dulunya berada | Foto: Somasta Kharisma Jati
Proyek peninggian peron di lokasi jalur 3 dulunya berada | Foto: Somasta Kharisma Jati

Dengan disambungnya jalur ganda Solo Balapan-Solo Jebres, jalur ganda lintas selatan dari Cirebon hingga Surabaya tinggal menunggu segmen Jombang-Mojokerto yang sedang dikerjakan, dan Mojokerto-Wonokromo yang masih dalam perencanaan. (RED/IHF)

Catatan: Meskipun jalur 3 telah dibongkar, jalur 4 dan 5 sampai saat penulisan artikel ini masih mempertahankan penomoran lamanya.

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×