Stasiun Tarik Tidak Layani Pembelian Tiket per 1 November, KAI: Benar, Telah Dikoordinasikan

ilustrasi stasiun tarik
KA Lokal Dhoho meninggalkan Stasiun Tarik

[29/10] Jagat media sosial perkeretaapian Selasa kemarin (27/10) digemparkan dengan kabar mengejutkan. Salah satu kiriman dari media sosial Facebook memuat pengumuman di Stasiun Tarik bahwa mulai 1 November besok, stasiun ini tidak lagi melayani pembelian tiket alias hanya untuk naik-turun penumpang saja. Pengguna jasa yang ingin menaiki KA dari stasiun ini  diarahkan untuk menggunakan aplikasi KAI Access untuk membeli tiket. Tidak hanya itu, berdasarkan informasi dari media sosial, Stasiun Singosari sebelumnya telah menerapkan kebijakan ini mulai 1 Oktober lalu.

Sontak kalangan publik pun mempertanyakan kebijakan ini. Salah satu warganet kemudian menanyakan kebijakan ini ke akun KAI121 di Twitter yang kemudian dibenarkan oleh pihak KAI sendiri. Mereka juga menyebut “sebagai alternatif pengguna dapat memesan via KAI Access atau membeli tiket secara go show dari Stasiun Mojokerto”.

Sementara itu, ada juga pertanyaan serupa oleh warganet lain yang menanyakan apakah tiket lokal per 1 November hanya dapat dibeli via KAI Access. Akan tetapi kali ini KAI merespon “belum ada informasi mengenai pemesanan tiket KA lokal” dan meminta untuk mengecek linimasa media sosial KAI.

Sontak di jagat media sosial timbul pendapat pro dan kontra. Yang pro berpendapat bahwa masyarakat sudah saatnya mengadopsi sistem cashless, sedang yang kontra berpendapat bahwa masyarakat yang tidak memiliki telepon pintar akan kesulitan, dan platform KAI Access yang dinilai masih kurang andal. Selain itu, ada yang juga menyebutkan solusi untuk membeli tiket secara go show di Stasiun Mojokerto tidak solutif karena jaraknya yang jauh dari Stasiun Tarik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada kabar lebih lanjut dari pihak KAI akan kebijakan ini. (RED/IHF)

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: