Lokomotif Legendaris BB 202 Tampakkan Diri Setelah 6 Tahun Disimpan di Gudang Logistik

Crane Kumbokarno dan lokomotif BB202
Crane Gottwald “Kumbokarno” dan 3 unit BB202 yang dilangsir di Gudang Logistik | Foto: Eka Agustian, BYLT

[18/11] Ada suatu pemandangan langka yang terjadi di sekitar pintu barat Gudang Logistik (PKLG) Lahat, Sumatera Selatan kemarin (Selasa, 17 November 2020) sekitar pukul 09.00 WIB. Lokomotif CC2018340 beserta Crane Gottwald “Kumbokarno” Balai Yasa Lahat dan kereta penolong SN 01001 tampak memasuki area Gudang Logistik Lahat yang sudah lama tidak dilalui oleh rangkaian kereta api. Lokomotif CC2018340 memasuki Gudang Logistik Lahat untuk mengantarkan Crane Kumbokarno yang hendak melakukan pemindahan dan menyusun sarana-sarana tua di dalam Gudang Logistik.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, rangkaian crane tampak keluar dari Gudang Logistik, namun tidak hanya rangkaiannya saja melainkan membawa keluar 3 unit lokomotif legendaris BB202 dari dalam Gudang Logistik Lahat. Lokomotif BB202 yang dikeluarkan merupakan lokomotif BB2026801 (BB20201), BB20207, dan BB2026803 (BB20203). Ketiga lokomotif ini merupakan lokomotif BB202 yang masih memiliki bogie dan dapat digerakkan, sementara 5 unit BB202 lainnya sudah di-unspoor karena bogienya diambil oleh Balai Yasa Lahat dan digunakan sebagai bogie dummy untuk lokomotif jenis lain yang sedang menjalani perawatan di sana.

Rangkaian Crane menuju Gudang Logistik Lahat | Foto: Faiz Fajar Ramyta, OPKA Sumsel
Rangkaian Crane menuju Gudang Logistik Lahat | Foto: Faiz Fajar Ramyta, OPKA Sumsel

Ketiga kokomotif BB202 ini dikeluarkan dari Gudang Logistik hanya untuk pindah jalur penyimpanan, dikarenakan Gudang Logistik Lahat akan menerima kereta-kereta konservasi Dipo Kertapati. Crane ini juga masuk ke dalam Gudang Logistik Lahat untuk menyusun sarana-sarana yang telah di un-spoor di dalam Gudang Logistik. Hal ini dilakukan agar ruang di dalam Gudang Logistik Lahat lebih lega dan dapat menerima sarana kereta api Sumatera Selatan yang tidak digunakan lagi.

Karena sudah lama tidak digunakan dan dibiarkan di lapangan terbuka, ketiga lokomotif BB202 ini tampak terlihat kurang terawat. Lokomotif BB202 yang berada di dalam gudang nampak berkarat dan mulai ditumbuhi oleh semak-semak. Namun, kemunculan lokomotif legendaris ini menunjukkan bahwa lokomotif BB202 masih ada dan tidak dimusnahkan begitu saja. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bahwa lokomotif diesel elektrik pertama di Sumatera ini akan dipreservasi dan direstorasi.

Patut dinantikan bagaimana preservasi dari lokomotif diesel elektrik pertama di Tanah Andalas ini ke depannya. (Richard Hermawan/OPKA Sumsel)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×