Gubernur Jawa Timur Tinjau Kereta bagi Pasien COVID-19

Gubernur Jawa Timur meninjau emergency medical train
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sedang meninjau rangkaian Emergency Medical Train (EMT) di INKA Madiun | Foto: laman Facebook Khofifah Indar Parawansa

[14/12] Peningkatan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia, khususnya di Jawa Timur membuat kebutuhan fasilitas perawatan dan isolasi meningkat. Selain menyiapkan Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) Poltekes Malang, sebuah rangkaian kereta juga tampak dipersiapkan untuk keperluan perawatan COVID-19.

Seperti dilansir dari laman Facebook Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, tampak ia sedang meninjau fasilitas kesehatan yang berada di dalam rangkaian kereta tersebut. Ia meninjau langsung kondisi dan jumlah kasur serta kelengkapan yang ada di dalamnya sebelum kereta tersebut dipakai. Selain Khofifah, wali kota Madiun dan Satgas COVID-19 juga ikut meninjau rangkaian kereta tersebut. Turut hadir dalam peninjauan tersebut Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro dan Direktur Pengembangan PT INKA Agung Sedaju.

Dilansir dari laman Facebook PT INKA, rangkaian kereta yang disebut Emergency Medical Train (EMT) ini akan digunakan sebagai Rumah Sakit Tanggap Darurat COVID-19. Selain kasur untuk pasien, rangkaian sepanjang 8 kereta ini dilengkapi juga dengan tempat tidur untuk tenaga medis, ventilator, dan obat-obatan.

KRL Holec AC
KRL BN-Holec AC saat masih berdinas di Jabodetabek

Berbeda dengan Rail Hospital hasil modifikasi Balai Yasa Manggarai yang menggunakan armada eks kereta eksekutif, EMT ini diketahui menggunakan armada KRL BN-Holec AC. Armada KRL ini dahulu digunakan utamanya di lintas (lin) Tangerang pada tahun 2014 hingga 2015 sebelum dibawa kembali ke INKA.

Dilansir dari RRI, per 12 Desember 2020, COVID-19 di Jawa Timur bertambah 792 kasus baru, dengan 3 zona merah yaitu Kota Blitar, Kabupaten Jember, dan Kota Probolinggo. Sedangkan 35 kabupaten lainnya berstatus zona oranye. Hingga saat ini belum diketahui kapan armada EMT ini akan didinaskan sebagai rumah sakit darurat. (RED/IHF)

Iklan dari Mitra

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: