Fakta KAIndonesiaInternasionalKereta Api

Penerapan “Vintage Livery” pada Lokomotif Modern di Seantero Dunia

Lokomotif modern dengan vintage livery yang tidak seperti aslinya atau menggunakan elemen-elemen artistik

Penerapan vintage livery pada subbagian ini juga merupakan livery vintage yang sebelumnya tidak pernah digunakan pada lokomotif kelas ini.

Akan tetapi, tidak seperti pada subbab sebelumnya, penerapan vintage livery ini tidak sepenuhnya sama atau bahkan jauh berbeda dengan skema terdahulu. Ada yang memiliki striping atau warna yang berbeda daripada yang aslinya. Ada juga beberapa contoh yang menambahkan elemen artistik di atas vintage livery pada lokomotif yang mengenakannya.

Union Pacific

Ilustrasi lokomotif heritage Union Pacific
Dua contoh koleksi lokomotif heritage unit Union Pacific, #1988 dan #1996 | Foto: H. Michael Miley, Flickr, CC-BY-SA

Seperti halnya perusahaan Union Pacific. Union Pacific memiliki 6 unit lokomotif heritage unit yang menggunakan livery spesial dengan logo perusahaan-perusahaan fallen flag (perusahaan yang tidak beroperasi lagi) yang dibeli oleh Union Pacific antara 1982-1996. Keenam lokomotif ini seluruhnya adalah tipe EMD SD70ACe yang diluncurkan pada awal tahun 2000an. Keenam lokomotif tersebut adalah nomor #1982 livery Missouri Pacific, #1983 livery Western Pacific, #1988 livery The Katy (Missouri–Kansas–Texas Railway), #1989 livery Denver and Rio Grande Western, #1995 livery Chicago and North Western Transportation Company, dan #1996 livery Southern Pacific.

Namun, tidak satupun dari keenam lokomotif tersebut yang menggunakan livery persis dengan aslinya dari enam perusahaan yang logonya tercantum. Pada lokomotif #1982 dan #1983 walaupun menggunakan warna utama dari masing-masing fallen flag, namun Union Pacific menambahkan warna dan pola lain sehingga tampilan lokomotif menjadi lebih artistik.

Union Pacific Missouri Pacific
#1982, heritage unit Chicago & North Western milik Union Pacific | Foto: Union Pacific
Union Pacific Western Pacific
#1983, heritage unit Western Pacific milik Union Pacific | Foto: Union Pacific

Skema warna lokomotif #1982 adalah gabungan skema Missouri Pacific dari dua era yang berbeda, dengan skema biru muda dari 1940-an dan biru tua dari 1960-an. Selain itu juga ada logo “Buzzsaw and Screaming eagle”, di mana penambahan elemen artistik ini dilakukan Union Pacific untuk menggambarkan kecepatan.

EMD GP38 Missouri Pacific
Lokomotif EMD GP38 Missouri Pacific dalam skema biru tuanya. Tampak logo “Buzzsaw and Screaming Eagle” di samping kabin | Foto: Gary Todd, Flickr, domain publik

Skema warna lokomotif #1983 juga merupakan gabungan skema Western Pacific dari dua era yang berbeda. Skema warna abu-abu terdapat pada lokomotif mereka sebelum 1979, sementara skema hijau tua dan hidung oranye mereka digunakan dari 1979. Sedangkan elemen artistik berupa gambar bulu di tengah terinspirasi dari logo Western Pacific versi “Feather River Route”. Feather River Route sendiri adalah rute dari San Francisco ke wilayah kota kecil di pegunungan sekitarnya.

EMD FP7 Western Pacific
Skema warna abu-abu pada EMD FP7 Western Pacific | Foto: Drew Jacksich, Flickr, CC-BY-SA
EMD GP7 Western Pacific
Skema terakhir Western Pacific yang berwanra hijau tua pada EMD GP7 mereka | Foto: Paul Sullivan, Flickr, CC-BY-ND

Lain halnya dengan lokomotif #1988 dan #1995. Kedua lokomotif ini memiliki skema livery yang sangat mendekati skema aslinya jika dibandingkan dengan #1982 dan #1983. Walau demikian, kedua skema ini juga telah dimodifikasi oleh Union Pacific agar lebih artistik.

Union Pacific Katy MKT
#1988, heritage unit The Katy/MKT milik Union Pacific | Foto: Union Pacific
Union Pacific Chicago & North Western
#1995, heritage unit Chicago & North Western milik Union Pacific | Foto: Union Pacific

Lokomotif #1988 memiliki kombinasi warna dan skema striping yang mewakili dua era Missouri–Kansas–Texas Railway (MKT) berbeda, di mana warna merah digunakan MKT dari 1957-1972, sedangkan bentuk striping ini sesungguhnya berwarna hijau-kuning dan digunakan MKT dari 1971. Sedangkan logo “The Katy” berasal dari stilisasi logo The Katy yang dulu digunakan oleh MKT.

Skema merah MKT
Skema warna merah pada lokomotif MKT yang menjadi basis warna dasar heritage unit #1988 | Foto: Robert Pierce (Southwest Rails)
SD40 MKT striping hijau
Lokomotif EMD SD40 milik MKT dalam striping hijau-kuningnya. Striping ini menginspirasi bagian muka heritage unit #1988 | Foto: Gary Todd, Flickr, domain publik

Lokomotif #1995 memiliki skema yang mendekati dengan lokomotif diesel dengan bentuk kotak milik Chicago and North Western Transportation Company (CNW). Namun pola skema yang digunakan oleh Union Pacific ini tampak sedikit berbeda dari lokomotif dengan model kotak seperti misal GE C40-8 mereka. Di mana warna hijau di bawah kaca samping masinis aslinya lurus dan tidak ada warna kuning yang merembet. Selain itu warna hijau dari bagian atap lokomotif aslinya tidak mengisi badan samping sebanyak livery pada lokomotif #1995.

Chicago & North Western
Skema asli lokomotif GE C40-8 milik Chicago & North Western yang menjadi basis #1995. Metra juga memiliki heritage unit dari perusahaan ini, namun menggunakan basis lokomotif yang lebih tua. | Foto: Rmeier, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Sementara itu lokomotif #1989 hanya menggunakan logo dan dekal dari Denver and Rio Grande Western, namun tidak dengan skemanya. Skema livery yang digunakan oleh Denver and Rio Grande Western jauh berbeda dengan yang digunakan pada lokomotif #1989. Lokomotif #1989 justru menampilkan skema pegunungan kreasi Union Pacific yang terinspirasi dari pegunungan Rio Grande, salah satu wilayah operasional Denver and Rio Grande Western.

Union Pacific Rio Grande
#1989, heritage unit Denver & Rio Grande milik Union Pacific | Foto: Union Pacific

Tampak skema di bagian hidung lokomotif yang aslinya berwarna kuning seperti badannya, justru berwarna abu-abu. Menggunakan contoh lokomotif EMD F9 mereka, sebenarnya warna abu-abu justru berada di bagian bawah badan lokomotif tersebut.

EMD F9 Denver & Rio Grande
Skema asli Denver & Rio Grande pada EMD F9 mereka | Foto: Morn the Gorn, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Terakhir, lokomotif #1996 justru menggunakan skema “Daylight” dan bukan menggunakan skema blood nose seperti yang lazim ditemui di lokomotif diesel angkutan barang milik Southern Pacific. Skema ini memang pernah digunakan oleh lokomotif diesel EMD E9 milik Southern Pacific, namun bentuk skema dan warna yang digunakan pada lokomotif EMD E9 berbeda dengan lokomotif #1996. Lokomotif #1996 justru menggunakan skema “Daylight” yang dulu digunakan oleh lokomotif uap GS-4 milik Southern Pacific.

Union Pacific Southern Pacific
#1996, heritage unit Southern Pacific milik Union Pacific | Foto: Union Pacific

Untuk mengkreasikan bagian hidung lokomotif #1996, Union Pacific memasukkan unsur dari skema “Black Widow” yang pernah digunakan Southern Pacific untuk lokomotif angkutan barang miliknya di era 1940-an hingga 1950-an. Namun alih-alih mengecat hidung lokomotif dengan warna perak seperti pada skema “Black Widow” maupun seperti pada lokomotif uap GS-4, Union Pacific mengecat hidung lokomotif dengan warna hitam. Selain itu, striping “Black Widow” yang digunakan juga berwarna merah dan bukan oranye seperti aslinya.

GS-4 Southern Pacific
Skema asli pada lokomotif uap GS-4 Southern Pacific | Foto: Drew Jacksich, Flickr, CC-BY

Di sini tampak upaya melestarikan heritage dari mengenang perusahaan-perusahaan pendahulu seperti Norfolk Southern. Akan tetapi, berbeda dengan Norfolk Southern, pelestarian heritage pada Union Pacific menggabungkan sejumlah elemen-elemen artistik yang terinspirasi dari perusahaan pendahulu. Selain itu, nomor lokomotif heritage unit ini melambangkan tahun merger Union Pacific dengan perusahaan tersebut.

Metra

Metra adalah salah satu perusahaan KA komuter yang beroperasi di bilangan metropolitan Chicago dan kota penyangga di sekitarnya. Seperti sejumlah perusahaan KA di Amerika Serikat, Metra dibentuk dari beberapa perusahaan fallen flag pendahulu sebelum melebur menjadi Metra.

Perusahaan-perusahaan ini di antaranya adalah Chicago, Rock Island, and Pacific Railroad (Rock Island), Chicago, Milwaukee, St. Paul and Pacific Railroad (Milwaukee Road), Chicago, Burlington, and Quincy Railroad, serta Chicago and North Western Transportation Company (CNW).

Metra memiliki empat lokomotif modern yang menjadi heritage unit dan menggunakan vintage livery. Dua lokomotif pertama adalah MPI MP36PH-3S, sedang dua lokomotif lainnya adalah EMD F40PH-2M dan EMD F59PHI.

Pertama adalah lokomotif MPI MP36PH-3S nomor #425 dan #405. Lokomotif #425 mengenakan vintage livery berbasis livery Rock Island sejak Desember 2017. Sedangkan lokomotif #405 mengenakan vintage livery berbasis livery Milwaukee Road sejak Januari 2019.

Metra Rock Island
#425, heritage unit Metra dengan livery Rock Island | Foto: Metra
Metra Milwaukee Road
#405, heritage unit Metra dengan livery Milwaukee Road dan logo Hiawatha | Foto: Metra

Pada penerapan kedua lokomotif ini, terdapat sejumlah perbedaan dan kesamaan. Lokomotif #425 menggunakan warna merah yang menjadi ciri khas Rock Island di masa lampau. Sedang warna kuning terinspirasi dari warna lokomotif komuter Rock Island. Lokomotif #425 juga diberi nama Don Orseno oleh Metra untuk menghormati CEO Metra kala itu yang akan pensiun, di mana ia memulai karirnya dari Rock Island.

Sementara lokomotif #405 memiliki warna oranye gelap dan coklat gelap yang menjadi ciri khas Milwaukee Road. Lokomotif #405 juga memiliki figur Hiawatha yang mewakilkan era keemasan Milwaukee Road dan menjadi ikon dari KA Hiawatha yang pernah dioperasikan Milwaukee Road. Lokomotif ini juga diberi nama oleh Metra yaitu J. Appel. Ia adalah masinis eks Milwaukee Road terakhir yang pensiun dari Metra.

Rock Island EMD E8
Skema asli merah-kuning pada lokomotif EMD E8 Rock Island | Foto: Marty Bernard, Flickr, domain publik
Milwaukee Road
Skema asli Milwaukee Road pada lokomotif EMD SD40-2 mereka | Foto: Marty Bernard, Flickr, domain publik

Pada kedua lokomotif tersebut, skema livery yang digunakan tampak merupakan skema livery modern Metra pada lokomotif MPI MP36PH-3S. Striping pada kedua lokomotif yang digunakan untuk menempatkan warna kuning pada #425 dan warna coklat gelap pada #405 merupakan striping Racing Stripe” yang menjadi identitas Metra. Begitu pula striping merah-putih yang disebut “Candy Cane” yang menjadi identitas Metra juga dipertahankan.

Kemudian lokomotif heritage unit selanjutnya adalah lokomotif #211 dengan tipe EMD F40PHM-2. Sejak Oktober 2019 lokomotif ini mengenakan livery yang mirip dengan lokomotif stainless steel seri E milik Chicago, Burlington, and Quincy Railroad. Tampak warna abu-abu pucat yang mewakilkan stainless steel dan striipng merah di mukanya. Berdasarkan penelusuran Tim REDaksi, lokomotif seri E yang dimaksud adalah EMD E5 yang memiliki badan stainless steel dengan livery muka yang serupa.

Metra Burlington Route
#211, heritage unit Metra dengan livery Burlington Route | Foto: Metra

Akan tetapi, selain warna dasar stainless steel yang tentu saja tidak mungkin ditiru secara akurat karena perbedaan teknis konstruksi lokomotif, striping samping lokomotif #211 ini pada dasarnya striping modern Metra yang dimodifikasi menjadi lebih tipis di bagian samping badan.

Wujud asli lokomotif EMD seri E milik Burlington Route | Foto: Kartu pos Burlington Route, domain publik

Lokomotif heritage unit terakhir dari Metra untuk saat ini adalah lokomotif #90 dengan tipe EMD F59PHI. Sejak September 2020 lokomotif ini mengenakan livery yang mirip dengan Chicago and North Western Transportation Company (CNW). Tampak warna kuning terang di badan lokomotif dan hijau tua di bagian atas lokomotif yang menjadi ciri khas CNW. Logo CNW berukuran besar di muka lokomotif juga dihidupkan kembali dalam livery ini. Nomor lambung format CNW juga diterapkan dalam livery ini.  Berbeda dengan penerapan sebelumnya pada Metra yang pada dasarnya menerapkan elemen-elemen vintage ke livery Metra modern yang sedikit dimodifikasi, kali ini Metra mencoba lebih seutuhnya menerapkan livery asli dari CNW.

Metra Chicago & North Western
#90, heritage unit Metra dengan livery Chicago & North Western | Foto: Metra

Meski demikian, pada lokomotif EMD F7 milik CNW tidak memiliki garis merah yang mengelilingi logo. Skema “Candy Cane” khas Metra juga tetap digunakan meski berukuran sangat kecil di hidung lokomotif.

Chicago & North Western EMD F7
Skema asli pada lokomotif EMD F7 Chicago & North Western | Foto: Jeff Delhaye, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Di sini tampak upaya Metra dalam menerapkan skema vintage dari perusahaan-perusahaan pendahulu yang sekarang menjadi bagian jaringan mereka, sama seperti Norfolk Southern dan Union Pacific. Namun pendekatan Metra tampak lebih ke “mengawinkan” livery modern mereka dengan skema warna dan elemen yang ada pada perusahaan pendahulunya, kecuali pada lokomotif #90 yang memang jauh lebih mendekati aslinya.

Great Britain Railfreight (GBRf)

Di Eropa, selain Irish Rail yang mengembalikan skema asli sebuah lokomotif, juga ada beberapa operator KA yang menerapkan vintage livery ke armada lokomotif modern mereka. Salah satunya adalah Great Britain Railfreight atau GBRf.

Class 66 GBRf
Lokomotif kelas 66 #66789 milik GBRf dengan livery British Rail varian “Large Logo” | Foto: GB Railfreight

GBRf menerapkan vintage livery ke sebuah lokomotif kelas 66 bernomor #66789 dengan tajuk “British Rail 1948-1997”. Lokomotif #66789 ini memiliki livery yang mirip dengan lokomotif yang aslinya mengenakan livery versi “Large Logo” seperti pada sejumlah lokomotif kelas 50, 56, 47, dan 37. Tampak logo British Rail yang berukuran sangat besar, begitu pula dengan nomor lambungnya. Sedangkan warna kuning yang digunakan menjalar ke samping ke tempat yang pada lokomotif desain lama terdapat pintu samping kabin masinis, di mana pada lokomotif Class 66 pintu kabin masinis berada lebih ke belakang. Sementara bagian kaca kabin masinis diberi outline warna hitam seperti pada penerapan asli livery ini.

Class 50 British Rail
Salah satu lokomotif dengan livery British Rail variasi “Large Logo” yang asli, kelas 50 | Foto: Phil Richards, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Akan tetapi, berbeda dengan lokomotif yang mengenakan liveryLarge Logo”, pada lokomotif ini terdapat striping berwarna merah-oranye yang ada di atap. Selain itu, sejumlah lokomotif dengan liveryLarge Logo” memiliki bagian atap dengan warna yang lebih gelap. Oleh karenanya Tim REDaksi memasukkan penerapan pada kelas 66 ini ke subbagian ketiga yaitu penerapan dengan elemen lain.

Deutsche Bahn (DB)

Berbeda dengan pada umumnya penerapan vintage livery yang berdasarkan livery lokomotif lama, penerapan vintage livery yang dilakukan oleh Deutsche Bahn pada lokomotif modern yaitu lokomotif DB kelas 101 #112 memiliki livery dengan elemen yang terinspirasi dari kereta penumpang.

Lokomotif #112 memiliki dua versi vintage livery yang keduanya memiliki basis dari warna lokomotif dan kereta yang pernah menjadi armada Rheingold. Pada tahun 2017, lokomotif ini diberi skema warna yang mirip dengan skema warna lokomotif Deutsche Bundesbahn (pendahulu Deutsche Bahn) kelas E10 12 (DB Class 112/113/114/115) dan kereta yang digunakan Rheingold mulai tahun 1962 silam. Tampak warna kuning gading-biru tua yang menjadi ciri khas Rheingold diterapkan pada lokomotif ini.

Class 101 Deutsche Bahn
Lokomotif DB kelas 101 #112 dalam livery Rheingold pertamanya | Foto: Radosław Drożdżewski, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Sedangkan pada tahun 2018, lokomotif yang sama dicat ulang oleh DB menjadi warna kuning gading-merah. Warna ini mirip dengan skema lokomotif DB kelas 103 dan kereta yang menjadi armada Rheingold yang selanjutnya diterapkan setelah KA ini menjadi bagian dari layanan Trans Europ Express (TEE). Sayangnya, pada Mei-Juni 2020 DB memutuskan untuk mengembalikan lokomotif ini menjadi livery standar mereka.

Class 101 Deutsche Bahn
Lokomotif DB kelas 101 #112 dalam livery Rheingold keduanya | Foto: Clic, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Rheingold sendiri adalah nama KA jarak jauh yang dahulu beroperasi dari Hoek van Holland, Belanda hingga Jenewa, Swiss (Basel sebelum 1965). KA ini beroperasi dari 1928 hingga 1987 dan hanya sempat mati suri akibat perang dunia kedua dari 1939 hingga 1951. Asal nama Rheingold ini adalah Opera Rheingold oleh Richard Wagner yang meromantisasi Sungai Rhein.

DB Class E 10
Lokomotif DB kelas E 10 dengan livery biru tua-gadingnya, lokomotif jenis ini menarik Rheingold hingga 1972  | Foto: Phil Richards, Flickr, CC-BY-SA

KA ini menjadi spesial karena sejak awal beroperasi hanya membawa kereta kelas 1 dan 2, tidak seperti KA jarak jauh di Jerman kala itu yang juga membawa kereta kelas 3. Pada saat bergabung menjadi bagian TEE, KA ini pun menjadi khusus kelas 1 saja.

DB Class 103-233
Lokomotif DB kelas 103 dalam livery TEE menarik sebuah KA InterCity, Class 103 menjadi penarik utama Rheingold sejak 1972 | Foto: KlausMiniwolf, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Alasan Tim REDaksi menempatkan penerapan livery DB Rheingold pada bagian ini adalah terdapat bagian striping warna abu-abu di bagian atas muka lokomotif yang sebenarnya tidak ada pada lokomotif penarik Rheingold yang asli. Selain itu, brandingRHEINGOLD” juga tidak ditempelkan pada lokomotif-lokomotif penarik Rheingold yang asli.

Demikian ulasan Tim REDaksi terhadap penerapan vintage livery di lokomotif-lokomotif modern di seantero dunia. Masih ada beberapa lagi contoh yang Tim REDaksi belum dapat ulas mengingat jumlahnya yang tidak sedikit. Semoga dengan ini dapat memberi pengetahuan terhadap pembaca bagaimana aplikasi vintage livery di lokomotif modern dan apa yang dilakukan agar tampak semirip mungkin dengan aslinya. (RED/MPF/IHF)

Halaman sebelumnya: Lokomotif modern dengan vintage livery yang disesuaikan dengan aslinya

Referensi:

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Pages ( 4 of 4 ): « Previous123 4

One thought on “Penerapan “Vintage Livery” pada Lokomotif Modern di Seantero Dunia

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses