Penerapan “Vintage Livery” pada Lokomotif Modern di Seantero Dunia

Heritage unit Union Pacific
Ilustrasi koleksi lokomotif heritage unit milik Union Pacific | Foto: Union Pacific

Isu lokomotif modern dengan vintage livery menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan railfans atau pecinta kereta api. Lokomotif CC2018331 (nomor lama: CC20169) pada perawatan 72 bulanan (P72) Februari lalu dan diresmikan pada Maret muncul dengan vintage livery. Lokomotif ini sendiri telah kembali ke rumahnya di Semarang Poncol dan telah berdinas reguler menarik sejumlah KA di Daop 4 Semarang.

Kemunculan lokomotif vintage livery ini kemudian menimbulkan sejumlah harapan akan lokomotif lain mengenakan vintage livery ini. Di antara harapan ini, juga timbul pertanyaan, “Bagaimana jika lokomotif modern menggunakan vintage livery? Apakah cocok atau tidak?” di benak sejumlah pecinta kereta api.

Sebelum lokomotif CC2018331 sendiri resmi mengenakan vintage livery, sudah ada sejumlah pecinta kereta api yang mengeluarkan rekaan vintage livery di lokomotif modern versi mereka. Sebagai contoh, di media sosial dapat ditemukan sejumlah foto lokomotif CC206 yang disunting sehingga menjadi livery PERUMKA atau bahkan PJKA. Terdapat pula foto konsep livery PJKA untuk CC205 di media sosial seperti di bawah ini.

Sementara untuk penggunaan aktual sendiri, meskipun saat ini belum ada di Indonesia, lokomotif modern yang menggunakan vintage livery ini sendiri sudah banyak. Di Amerika Utara misalnya, terdapat sejumlah operator seperti Union Pacific, Norfolk Southern, Canadian Pacific, dan Amtrak dengan istilah heritage unit. Sedangkan di Eropa juga terdapat operator seperti Deutsche Bahn dan Great Britain Freight yang menerapkan hal ini.

Melihat contoh-contoh yang telah beredar, tampak bahwa lokomotif modern pun sah-sah saja menerapkan vintage livery. Seperti apa sih penerapan vintage livery di lokomotif modern?

Jenis penerapan vintage livery di lokomotif

Sebelum kita beranjak ke penerapan-penerapan vintage livery di lokomotif, ada baiknya kita mencoba mengklasifikasikan penerapan vintage livery terlebih dahulu. Berdasarkan contoh yang Tim REDaksi himpun, penerapan vintage livery dapat dibagi atas tiga contoh, yaitu.

  1. Livery asli lokomotif yang dikembalikan
  2. Vintage livery yang disesuaikan dengan aslinya
  3. Vintage livery yang tidak seperti aslinya atau menggunakan elemen-elemen artistik

Langsung saja kita simak ulasan penerapan vintage livery berikut ini.

Halaman Selanjutnya:Livery asli lokomotif yang dikembalikan

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Pages ( 1 of 4 ): 1 234Berikutnya »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

×