Karyawan PO Cendana Tuntut Hak Kerja Kembali

PO Cendana Beruang
Bus Cendana Surabaya – Ponorogo di Terminal Bungurasih | Foto : RED/Rico Perdana Putra

[4/4] Bagi masyarakat Ponorogo, Madiun, hingga Surabaya, pasti tidak asing dengan PO Cendana. Bus bergambar beruang kutub dengan latar hutan tropis ini berdinas sebagai bus Antar Kota Dalam Provinsi rute Surabaya-Kertosono-Nganjuk-Madiun-Ponorogo PP.

Tapi sudah setahun terakhir PO Cendana tidak beroperasi. Akibatnya puluhan kru bus yang terdiri dari mandor, sopir, kernet, hingga kondektur berhenti bekerja. Pada hari Jumat (2/4) beberapa kru PO Cendana mendatangi kantor bus PT Madjoe Muda Mandiri di Jalan Raya Madiun-Ponorogo, Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Dikutip dari Solo Pos kru PO Cendana menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang kantor dengan membentangkan kertas berisi narasi tuntutan mereka. Massa memaksa masuk ke dalam dan kemudian berhasil menerobos pintu gerbang untuk bertemu dengan pihak manajemen.

Ditemui oleh pihak manajemen, kru PO Cendana menuntut perusahaan memberikan kejelasan kru bus yang selama ini terhenti karena pihak PT Madjoe Muda Mandiri masih mengurus administrasi izin trayek dan selalu menjanjikan evaluasi namun tidak ada hasil.

Berdasarkan hasil wawancara oleh JTV Madiun kepada pemilik PT Madjoe Moeda Mandiri, Suprihatin, bahwa pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin mengurusi administrasi PO Cendana ke Dinas Perhubungan Jawa Timur. Namun belum ada kejelasan yang pasti mengingat administrasi yang dimaksud yaitu kebijakan Dinas Perhubungan mengenai waktu parkir bus. Kebijakan ini membuat pihak PT Madjoe Muda Mandiri merasa keberatan karena tidak bisa memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Apabila hasil dialog antara kru dengan manajemen belum ada titik temu, maka massa akan menggelar aksi unjuk rasa lebih besar lagi ke Dinas Perhubungan Provinsi bersama kru bus PO Cendana lainnya. (RED/EPP)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×