Berita KAIndonesiaKereta ApiKereta Cepat

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Transit di Padalarang, KAI Sediakan Armada Feeder

Stasiun Padalarang
Ilustrasi Stasiun Padalarang | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

REDigest.web.id, 16/12 – Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung kembali mendapat sorotan di media. Pasalnya, telah ramai pemberitaan kereta cepat bertajuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini disebut tidak sampai Bandung.

Berdasarkan CNN Indonesia, kedua stasiun terdekat yakni Padalarang dan Tegalluar tidak berada di Kota Bandung. Berdasarkan riset Tim REDaksi, Stasiun Padalarang berjarak sekitar 15 km rel dari Stasiun Bandung. Sedangkan Stasiun Tegalluar berada sekitar 13 km dari Stasiun Bandung jika ditarik lurus dengan aplikasi Google Maps.

Pihak KCIC pun menyebutkan nantinya pengguna kereta cepat dapat menyambung perjalanan mereka menggunakan KA feeder. Berdasarkan keterangan KCIC kepada Liputan 6, KAI akan menyediakan armada feeder berupa KRD yang sudah dimodifikasi ala kereta bandara. Stasiun Padalarang sendiri juga memang telah sedari lama telah direncanakan menjadi hub transit untuk KA Cepat.

Rencananya armada feeder ini akan beroperasi dengan frekuensi 20-30 menit sekali, menyesuaikan dengan kereta cepat. Waktu tempuh dari Padalarang ke Bandung sendiri diperkirakan selama 18 menit, atau 22 menit jika berhenti Cimahi.

Dengan ini, waktu tempuh Halim-Bandung kemungkinan sekitar 1 jam. Perhitungan ini terdiri dari 36 menit waktu tempuh dari Halim ke Padalarang, dan 18 menit waktu tempuh dari Padalarang ke Bandung. Waktu tempuh ini belum termasuk waktu transit antarmoda. Sebagai pembanding, moda angkutan KA tercepat saat ini adalah beberapa perjalanan KA Argo Parahyangan yang bisa menempuh waktu 2 jam 40 menit dari Stasiun Gambir hingga Stasiun Bandung.

Wujud Armada Feeder

KRDE Feeder KCIC
Salah satu rangkaian KRDE Prameks yang sedang dimodifikasi menjadi feeder kereta cepat | Foto: Satoshi Takagi

Meskipun KAI belum mengeluarkan secara publik, armada feeder sendiri sebenarnya telah tampak wujudnya di Balai Yasa Yogyakarta (Balai Yasa Pengok).

Berdasarkan ulasan blog Jabodetabek Commuter News, armada feeder ini menggunakan KRDE Prambanan Ekspres yang sedang menjalani modifikasi. Tampak mukanya yang sedang menjalani perombakan. Selain perombakan pada muka, perombakan juga tampak pada bagian samping. Lubang yang biasanya menjadi pintu tengah ditambal menggunakan dinding dari rangkaian KRDE AC yang sudah tidak beroperasi.

Samping KRDE feeder
Bagian samping KRDE feeder yang ditambal | Foto: Satoshi Takagi

Postingan blog ini telah dibagikan ke media sosial pada 25 Oktober silam. Dari diskusi di media sosial, rencananya armada feeder ini akan menggunakan seluruh armada KRDE yang saat ini beroperasi di Daop 6 Yogyakarta. Selain itu, terdapat pertanyaan akankah armada tersebut akan bertahan mengingat KRDE serupa yang dulu beroperasi sebagai Baraya dan Rencang Geulis sudah tidak beroperasi. (RED/IHF)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Donasi yang Anda berikan sangat membantu kami untuk terus beroperasi dan meningkatkan kualitas informasi yang kami sajikan. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer di bawah ini

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×