Renfe Tunda Ekspansi Pasar Kereta Cepat di Perancis

Renfe Class 106
Calon armada Renfe class 106 yang akan melayani jalur kereta cepat Perancis | Foto: Talgo via Railjournal

[22/5] Operator kereta api Spanyol, Renfe baru saja menyatakan pihaknya akan menunda ekspansi pasar kereta cepat di Perancis.

Dilansir dari Railjournal, Renfe menunda rencana mereka untuk ekspansi pasar kereta cepat di Perancis hingga 2024. Selain itu, rencana untuk melayani Marseille-Lyon pada akhir tahun ini juga dibatalkan. Saat ini Renfe memutuskan untuk memusatkan upaya mereka untuk melayani Paris dari 2023 mendatang.

Keputusan ini sendiri merupakan hasil penundaan dikarenakan Renfe kesulitan mendapatkan persetujuan. Armada class 100 mereka meskipun memiliki persinyalan TVM 430 yang kompatibel dengan TVM 300 di lintas Lyon-Paris, dituding dapat menyebabkan interferensi elektromagnetik.

Padahal armada class 100 ini sendiri telah beroperasi melayani Barcelona-Toulouse, Lyon, dan Marseille sejak 2013 tanpa masalah. Sedangkan untuk persinyalan di lintas Lyon-Paris sendiri sedang diganti dengan ETCS, namun rencananya baru akan selesai 2028 mendatang.

Renfe sempat mencoba mencari jalan keluar, tetapi kemudian tidak meneruskan upaya ini. Saat ini Renfe mencoba untuk memperoleh persetujuan mengoperasikan class 106 mereka di Perancis. Armada yang akan dikirim mulai tahun ini dilengkapi dengan persinyalan ETCS, TVM430, dan persinyalan konvensional KVB.

Namun Renfe saat ini harus memperoleh perangkat persinyalan gabungan tersebut dan mendapat persetujuan operasinya. Hal ini dikarenakan kesulitan untuk memperoleh perangkat persinyalan bistandar gabungan tersebut tanpa kerja sama dengan grup SNCF.

Akibat dari hal ini, dan tudingan interferensi elektromagnetik dari armada class 100, pihak Renfe melayangkan protes ke regulator transportasi Perancis. Pihaknya menilai aturan kompetisi yang telah ditetapkan komisi Eropa harus ditegakkan.

Alstom sebagai penyedia tunggal perangkat ini juga pernah dikritik Stadler karena harga dan waktu pengiriman. Stadler bahkan membuat perangkat ERTMS mereka sendiri untuk menghindari hal ini. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×