Korea Utara Pertontonkan Kemampuan Peluncuran Rudal dari KA

Rudal Korea Utara
Peluncuran rudal Korea Utara dari gerbong tertutup | Foto: Rodong Sinmun via NK News

REDigest.web.id, 20/9 – Korea Utara kembali menunjukkan kemampuan militer strategis mereka dengan peluncuran rudal dari sebuah rangkaian KA. Demonstrasi ini mereka lakukan pada Rabu (15/9) lalu.

Dilansir dari NK News, media negara Korea Utara Voice of Korea mengklaim dalam uji coba ini salah satu rudal yang mereka luncurkan berasil mengenai sasaran sejauh 800 km di timur. Dalam uji coba ini turut serta perwira militer tingkat tinggi Pak Jo Chong, tanpa kehadiran Kim Jong Un.

Menurut mereka, uji coba ini dilakukan “tanpa pemberitahuan” untuk menguji kemampuan Resimen Misil Kereta Api Bergerak, dan praktikalitas sistem peluncur bergerak ini. Pak juga mengklaim sistem rudal ini efektif untuk menghantam kekuatan mengancam secara dispersif. Bahkan terdapat rencana untuk memekarkan resimen ini menjadi setara brigade.

Dari foto-foto dan video yang beredar, tampak rudal diluncurkan secara langsung dari dalam sebuah gerbong tertutup. Rangkaian KA pertama-tama dilangsir mundur dari dalam terowongan, lalu kemudian rudal yang berada dalam posisi datar didirikan untuk kemudian diluncurkan. Gerbong tertutup ini tampak telah dibuat agar tahan menahan panas gas buang dari motor roket rudal tersebut, karena rudal ini langsung diluncurkan dari dalam gerbongnya.

Rudal Korea Utara
Tampak jelas gas buang panas yang dihasilkan dari motor roket rudal yang meluncur | Foto: KCNA via Reuters

Sementara itu, dilansir dari Reuters peluncuran dua rudal dari Korea Utara ini terdeteksi oleh sistem pertahanan Jepang dan Korea Selatan. Berdasarkan laporan mereka, diketahui rudal ini meluncur dari wilayah Yangdok. Tidak hanya itu, pada hari yang sama Korea Selatan juga meluncurkan rudal balistik dari kapal selam mereka. Peristiwa ini menjadikan Korea Selatan negara pertama tanpa senjata nuklir yang mampu meluncurkan rudal balistik.

Respon dunia internasional pun mengecam langkah Korea Utara. Amerika Serikat mengatakan peluncuran ini melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan mengancam tetangga Pyongyang. Sementara menurut Adam Mount, analis dari Federation of American Scientists, langkah Korea Utara ini dinilai murah dan andal bagi negara yang ingin meningkatkan survivabilitas senjata nuklir mereka.

Sistem peluncuran ini sendiri memang bukan hal yang baru di dunia. Di era perang dingin, Amerika Serikat telah mempertimbangkan sistem peluncur rudal Minuteman dan Peacekeeper berbasis rel. Sedang Uni Soviet dan Rusia sempat menggunakan sistem peluncur rudal 15P961 berbasis rel dari 1989-sekitar 20042005.

Meski demikian, Mount mengatakan potensi Korea Utara bisa jadi terbatas oleh jaringan KA di sana yang terbatas dan tidak andal. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×