Berita KAIndonesiaKereta ApiKereta Cepat

KCIC Tunda Pembangunan Stasiun Kereta Cepat Walini

Maket Stasiun Walini
Maket rencana Stasiun Walini | Foto: Detik

REDigest.web.id, 21/10 – Setelah sebelumnya masuk dalam perencanaan pembangunan stasiun KA cepat Jakarta-Bandung, Stasiun Walini kini ditunda pembangunannya.

Dilansir dari CNN Indonesia, Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan Stasiun Walini untuk saat ini dihapus dari rencana agar biaya pembangunan tidak bengkak. Dengan menghapus Stasiun Walini, maka hanya akan ada empat stasiun untuk layanan KA cepat. Keempat stasiun ini adalah Stasiun Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.

Meski untuk saat ini dihapus, Dwiyana tidak menutup kemungkinan kalau Stasiun Walini dapat dibangun setelah proyek ini jadi. Ia mengatakan beberapa pengembang memang sudah bekerja sama untuk pembangunan stasiun ini. Bahkan beberapa pengembang ia klaim berani untuk membayarkan proses pembangunan Stasiun Walini.

Rencana pembangunan Stasiun Walini sendiri sempat melambungkan harga tanah di wilayah tersebut. Berdasarkan CNBC Indonesia, harga tanah di Cikalong Wetan pada 2017 hanya 100-200 ribu Rupiah per meter. Harga tersebut saat sebelum penundaan rencana Stasiun Walini melambung menjadi 1,5-2,2 juta Rupiah per meter, atau lebih dari 10 kali lipat.

Proyek KA cepat Jakarta-Bandung sendiri saat ini sedang dalam sorotan media. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah keputusan pemerintah untuk mengizinkan penggunaan APBN untuk proyek KA cepat ini. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Donasi yang Anda berikan sangat membantu kami untuk terus beroperasi dan meningkatkan kualitas informasi yang kami sajikan. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer di bawah ini

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×