Serangan Pisau dan Pembakaran di KRL Jalur Keio, 17 Terluka

Penumpang KRL Jalur Keio yang berupaya meloloskan diri lewat jendela | Foto: Kyodo via Japantimes

REDigest.web.id, 31/10 – Sebuah kabar mengejutkan datang dari dunia perkeretaapian Jepang. Pasalnya telah terjadi insiden serangan penusukan dan pembakaran di sebuah KRL jalur Keio pada Minggu (31/10) ini.

Dilansir dari NHK, insiden mengerikan ini terjadi pada pukul 8 malam waktu setempat. Insiden ini bermula saat seseorang tiba-tiba mengayunkan pisaunya untuk menusuk penumpang di sebelahnya, dan menyiramkan cairan mudah terbakar di dalam kereta.

Akibat dari serangan ini, 17 orang dilaporkan terluka, dengan satu di antaranya tidak sadarkan diri. Sementara pelaku yang ditangkap menurut Kepolisian Metropolitan Tokyo berusia sekitar 20 tahun. Ia saat ini tengah diperiksa kepolisian untuk keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil investigasi, kebakaran yang terjadi setelah cairan tersebut disiram berada di dekat kereta nomor 5. Sebagian kursi pun rusak akibat kebakaran ini. Terdapat juga informasi cairan asam klorida yang merupakan asam kuat juga disiramkan.

KRL yang terlibat dalam insiden ini adalah KRL ekspres terbatas tujuan Shinjuku. Setelah terjadi serangan, KRL ini berhenti darurat di Stasiun Kokuryo yang biasanya tidak melayani KRL ekspres terbatas. Para penumpang pun berhasil dievakuasi di stasiun ini. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: