Kereta Eksekutif Jadi Sasaran Keluhan Lagi, Kali Ini Argo Lawu Tambahan

keluhan kelas eksekutif
Ilustrasi: KA Argo Lawu Tambahan | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

REDigest.web.id, 29/8 – Belum reda keluhan pada KA Argo Lawu, kereta kelas eksekutif kembali jadi sasaran keluhan pengguna jasa kereta api. Kali ini, sasaran keluhannya adalah KA Argo Lawu Tambahan.

Keluhan kereta kelas eksekutif tersebut berasal dari cuitan akun @beni3bee. Dalam cuitannya, @beni3bee mengeluh fasilitas pada kereta yang ia naiki merupakan unit kereta eksekutif yang sudah tua dengan kondisi kursi penumpang yang sudah tak lagi baik.

Selain itu, kereta yang ia naiki hadir dengan tanpa tirai pada jendelanya. Sebagai informasi, KAI sempat melepas tirai pada semua unit kereta dari berbagai kelas sebagai pencegahan penularan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19. Namun, tirai sudah mulai terpasang kembali pada unit-unit kereta walaupun belum pada semua kereta.

Lalu, @beni3bee juga mengeluhkan keadaan toilet pada kereta yang ia naiki. Bahkan, ia sempat menyamakan toilet di kereta tersebut dengan toilet di pasar tradisional yang lebih bersih. Ia sempat menghubungi kondektur lewat aplikasi WhatsApp, namun kondektur tak langsung merespons.

Beberapa warganet lain menanggapi keluhan akun @beni3bee. Akun @adk_kaisoku yang juga pernah menaiki KA Argo Lawu Tambahan bahkan mendapatkan unit kereta eksekutif berkaca besar tanpa tirai. Sementara itu, akun @akmal_darari mendapatkan unit kereta eksekutif berkaca besar tanpa tirai pada KA Jayabaya. Sedangkan akun @kusumazandy mengunggah foto KA Singasari yang kereta eksekutifnya sudah kembali menggunakan tirai.

Akun layanan pelanggan @KAI121 telah menanggapi keluhan ini dan menyatakan toilet yang sebelumnya dikeluhkan telah dibersihkan. Namun, hal ini tak semerta-merta menyelesaikan keluhan yang ada. Akun @beni3bee menagih tanggapan untuk kereta yang masih belum menggunakan tirai.

Menurut informasi yang masuk ke Tim REDaksi, unit kereta yang @beni3bee naiki adalah K1 0 67 15. Unit kereta yang telah berusia 55 tahun ini telah menjalani rehabilitasi dengan mengubah bentuk jendela layaknya jendela pesawat. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: