BusBus Rapid TransitKolomOpini

Kini Trans Tayo Gratis Dinaiki, Ini Rasanya!

Poster Naik Bus Trans Tayo Gratis Mulai 6 September 2022
Poster Naik Bus Trans Tayo Gratis Mulai 6 September 2022 | Foto: RED/Adrian Falah Diratama

Redigest.web.id, 9/9 – Pada Selasa sore (6/9) lalu, penulis berkeliling Jakarta dengan TransJakarta setelah mengikuti acara kunjungan GM-MarKA ke Balai Yasa Manggarai. Awalnya menaiki Koridor 9 Pinang Ranti-Pluit dan turun di Halte Pancoran Barat untuk transit berjalan kaki menuju Halte Tendean. Penulis kemudian menggunakan layanan Koridor 13 Tendean – CBD Ciledug dan mengakhiri di Halte CBD Ciledug.

Mencoba Bus Trans Tayo

Kebetulan, sedang ada Bus Trans Tayo (Tangerang Ayo) yang terparkir menunggu penumpang di seberang Halte TransJakarta CBD Ciledug. Sebetulnya, penulis belum pernah mencobanya sehingga memutuskan untuk menaikinya. Bus melayani Koridor 3 CBD Ciledug – Tangerang City Mall. Salah satu hal yang menarik perhatian penulis ialah adanya stiker bertuliskan ‘Naik Bus Tayo GRATIS!!! Mulai 6 September 2022‘.

Poster Naik Bus Trans Tayo Gratis Mulai 6 September 2022
Poster Naik Bus Trans Tayo Gratis Mulai 6 September 2022 | Foto: RED/Adrian Falah Diratama

Impresi Berkendara

Suasana di dalam bus mengingatkan penulis kepada Bus TransJakarta KAJ milik Kopaja dengan ukuran yang mini dan posisi kursi menyamping. Saat itu, kondisi kaca Bus Trans Tayo memprihatinkan karena mulai menunjukkan keburaman. Suspensi bus juga cenderung keras sehingga ketika berkombinasi dengan kursi yang juga keras akan menyebabkan ketidaknyaman penumpang.

Suasana di dalam Bus Trans Tayo
Suasana di dalam Bus Trans Tayo | Foto: RED/Adrian Falah Diratama

Sepanjang perjalanan, penulis tidak menemui Bus Trans Tayo yang berjalan menuju arah sebaliknya dalam jumlah banyak. Hanya ada sekitar empat bus untuk rute sepanjang Tangerang City Mall – CBD Ciledug. Halte yang ada juga tidak memadai meskipun lebih baik daripada layanan TransJakarta non-BRT yang kebanyakan hanya memiliki plang ‘Bus Stop’.

Tiba di Pemberhentian Akhir

Sesampainya di Tangerang City Mall, penulis tidak diminta uang sepeser pun untuk membayar layanan bus alias benar-benar gratis! Rencananya, penulis berkeinginan untuk menaiki bus yang sama untuk kembali menuju CBD Ciledug namun pengemudi bus menyatakan bahwa tidak ada lagi Bus Trans Tayo yang akan kembali ke sana.

Calon penumpang menanyakan supir Bus Trans Tayo mengenai bus berikutnya menuju CBD Ciledug
Calon penumpang menanyakan supir Bus Trans Tayo mengenai bus berikutnya menuju CBD Ciledug | Foto: RED/Adrian Falah Diratama

Kekecewaan Calon Penumpang

Ketika itu penulis merasa kebingungan untuk mencari moda lanjutan. Di Halte Trans Tayo Jalan Perintis Kemerdekaan yang berada di depan Tangerang City Mall sendiri telah banyak penumpang yang menunggu dan didominasi anak sekolah. Mereka juga kecewa ketika mengetahui tidak ada lagi bus yang dapat membawa mereka pulang.

Kekecewaan Siswa dan Siswi Calon Penumpang Bus Tayo
Kekecewaan Siswa dan Siswi Calon Penumpang Bus Tayo | Foto: RED/Adrian Falah Diratama

Seharusnya, layanan Trans Tayo masih beroperasi hingga pukul 19.00 WIB namun supir mengatakan apabila kali ini layanannya hanya sampai pukul 17.00 WIB. Ia tidak dapat menjelaskan penyebabnya namun menurutnya pada esok hari  (7/9) mungkin bus dapat kembali beroperasi hingga pukul 19.00 WIB. Alhasil, banyak anak sekolah terlantar di halte tersebut.

Pelajar yang terlantar karena tidak ada bus Trans Tayo yang dapat membawa mereka pulang
Pelajar yang terlantar karena tidak ada bus Trans Tayo yang dapat membawa mereka pulang | Foto: RED/Adrian Falah Diratama

Mencari Jalan Pulang

Penulis sendiri memutuskan untuk berjalan kaki sejauh 3 KM dari Tangerang City Mall menuju Stasiun KAI Tangerang. Pengalaman berjalan kaki di sepanjang jalan terasa melelahkan karena belum terakomodasi oleh trotoar yang memadai. Rasa lelah terbayar ketika sampai di Pasar Lama Kota Tangerang pada sekitar pukul 17.40 WIB.

Situasi hari terakhir Pasar Lama Kota Tangerang sebelum dilakukan renovasi
Situasi hari terakhir Pasar Lama Kota Tangerang sebelum dilakukan renovasi | Foto: RED/Adrian Falah Diratama

Penulis merasa beruntung karena tidak pernah mencoba berjalan kaki di pasar ini pada malam hari sementara pasar akan tutup mulai 7 September 2022 untuk perbaikan atau sehari setelah penulis berkunjung. Setelah itu penulis melanjutkan perjalanan menuju pintu masuk utara Stasiun KAI Tangerang.

Apresiasi dan Depresiasi

Berdasarkan pengalaman di atas, penulis mengapresiasi usaha Pemerintah Kota Tangerang untuk meringankan beban masyarakat Kota Tangerang terhadap dampak kenaikan BBM dengan menyediakan layanan bus non-BRT secara gratis. Di sisi lain, penulis juga menyayangkan kebijakan pada hari pertama operasional gratis Bus Trans Tayo karena menjalankan bus hanya sampai pukul 17.00 WIB tanpa ada pemberitahuan sebelumnya sehingga menyebabkan siswa-siswi sekolah menjadi terlantar dan bingung untuk pulang ke rumah masing-masing.

Saran dan Masukan

Saran penulis untuk layanan bus pada rute ini ialah dengan memperpanjang rute hingga ke Stasiun KAI Tangerang sehingga dapat menyambungkan kedua ujung rute dengan transportasi umum pendukung lainnya (ujung selatan telah tersambung dengan layanan bus TransJakarta Koridor 13). Masukan berikutnya ialah membuat jaringan trotoar dan jalur sepeda di sepanjang area layan bus sehingga merangsang penduduk sekitar untuk melakukan gaya hidup aktif dengan berjalan kaki. bersepeda, dan menggunakan transportasi umum.

Adapun saran lain ialah menjadikan wilayah Kota Lama Tangerang menjadi ramah untuk transportasi umum, pejalan kaki, dan pesepeda. Pemerintah Kota Tangerang dapat mencontoh proyek Batavia Kota Tua yang baru saja selesai oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru-baru ini. Harapannya, Kota Lama Tangerang akan menjadi simpul transportasi umum yang murah dan andal seperti Kereta Commuter Line, Bus Trans Tayo, dan Angkot Si Benteng sehingga dapat meningkatkan kualitas udara dan tata kota di sana. (RED/ AFD) 

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Donasi yang Anda berikan sangat membantu kami untuk terus beroperasi dan meningkatkan kualitas informasi yang kami sajikan. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer di bawah ini

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×