KAI & KAI Commuter Gelar Nobar Film & Dokumenter di XXI

Spanduk berdiri Gala Premier yang berisi foto film singkat dan video dokumenter garapan Fajar Nugros | Foto: Adrian Falah Diratama
Spanduk berdiri Gala Premier yang berisi foto film singkat dan video dokumenter garapan Fajar Nugros | Foto: RED/Adrian Falah Diratama

REDigest.web.id, 15/11 – Pada Senin kemarin (14/11), penulis mendapatkan undangan dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI/ KAI Commuter) untuk menyaksikan penayangan film pendek berjudul ‘Strangers with Memories’ dan video dokumenter dengan judul ‘Bergerak dengan Bahagia, Bergerak untuk Indonesia’. Keduanya merupakan karya Fajar Nugros, seorang sutradara yang juga menggemari kereta api alias railfan.

Meja Pendaftaran Gala Premier di sudut barat daya gedung bioskop XXI Metropole (Megaria) | Foto: Adrian Falah Diratama
Meja Pendaftaran Gala Premier di sudut barat daya gedung bioskop XXI Metropole (Megaria) | Foto: RED/Adrian Falah Diratama
Tiket Gala Premier KAI x KCI x IDN Pictures | Foto: Adrian Falah Diratama
Tiket Gala Premier KAI x KCI x IDN Pictures | Foto: RED/Adrian Falah Diratama

Di mana lokasinya?

Pemutaran film terselenggara di bioskop XXI Metropole (Megaria) yang terletak di Pegangsaan, Jakarta Pusat, tidak jauh dari Stasiun KAI Cikini sehingga calon penonton dapat mengaksesnya dengan berjalan kaki. Penayangan bermula pada pukul 16.00 WIB, terlebih dahulu memperlihatkan cuplikan video Orchestra on Station yang mengundang Addie Muljadi Sumaatmadja (Addie MS) bersama Twilite Orchestra beberapa waktu silam kemudian menyusul video klip SLANK dengan judul ‘Gaya Generasi Urban’.

Dua orang host talkshow | Foto: Adrian Falah Diratama
Dua orang host talkshow | Foto: RED/Adrian Falah Diratama

Berlanjut dengan Talkshow

Setelah itu berlanjut dengan talkshow yang dipandu oleh dua host dengan menghadirkan Asdo Artriviyanto, Executive Vice President Corporate Secretary PT Kereta Api Indonesia (KAI); Roppiq Lutzfi Azhar, Plt Direktur Utama KAI Commuter (KAIC/ KCI); Jevi Santosa Chaniago, masinis KAI Commuter; Muhammad Fajar, PPK (Petugas Pelayan Kereta)/ CSOT (Customer Service on Train) KAI Commuter; Yusuf Mardika, aktor; dan Anne Purba, VP Corporate Secretary KAI Commuter (KAIC/ KCI).

Asdo Artriviyanto sedang membawakan talkshow | Foto: Saddam Hasan Fauzan
Asdo Artriviyanto sedang membawakan talkshow. Di sebelah kiri gambar ialah Anne Purba | Foto: Saddam Hasan Fauzan

Dalam Rangka Road Show Enam Kota

Asdo menyatakan, Jakarta adalah kota ke-6 atau kota terakhir yang menjadi persinggahan kegiatan Road Show pemutaran film KAI dan KCI di enam kota yang terdiri dari Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, dan Jakarta. Pada perjalanan dengan Kereta Api Inspeksi (KAIS), tim Road Show juga melakukan kegiatan sosial TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) melalui penyerahan sekaligus kegiatan khataman Al-Qur’an sepanjang jalan selama tiga hari berturut-turut.

Ia turut menceritakan Fajar Nugros selaku sutradara dari film pendek KCI dan video dokumenter KAI. Sebelumya, ia memohon maaf karena Nugros tidak dapat hadir berhubung kemacetan di jalan menuju bioskop. Berdasarkan penuturannya, sutradara film dan video dokumenter tersebut ialah seorang penggemar kereta api (railfans) sekaligus anak dari pegawai PT KAI yang telah pensiun.

Penegasan Keadaan KAI Saat Ini

Adapun penayangan film ini bermaksud untuk memberikan pesan kepada masyarakat Indonesia bahwa kereta api bukan milik PT KAI melainkan milik seluruh masyarakat. Ia juga menegaskan status KAI saat ini tidak lagi sama dengan PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) ataupun Perumka (Perusahaan Umum Kereta Api) dulu kala. Menurutnya, peningkatan fasilitas seperti digitalisasi merupakan upaya dalam merawat dan memajukan kereta api Indonesia. “Sebuah negara yang maju ialah negara dengan kereta api yang juga maju”, tukasnya.

Plt Dirut KAI Commuter Roppiq pada talkshow Gala Premier. Di sebelah kanan gambar terlihat Jevi Santosa | Foto: Saddam Hasan Fauzan
Plt Dirut KAI Commuter Roppiq pada talkshow Gala Premier. Di sebelah kanan gambar terlihat Jevi Santosa | Foto: RED/Saddam Hasan Fauzan

Sarana Memperkenalkan Bisnis KAI Commuter

Selanjutnya giliran Roppiq yang berbicara. Perjalanan Road Show tersebut baginya berasal dari sebuah ide untuk mengomunikasikan pengetahuan kepada pelanggan KAI Commuter mengenai bidang usaha KAIC yang bergerak pada sektor pelayanan kereta api perkotaan. Untuk mewujudkan hal itu, pertemuan dengan Fajar Nugros berlangsung dengan sebentar karena baginya Mas Fajar (sapaan Fajar Nugros-red) adalah orang yang secara emosional mengerti ‘dalaman’ KAI dari proses bisnis, sarana, hingga petugasnya.

Selain itu, Jevi dan Fajar (Mochammad Fajar, petugas PPK/ CSOT KAI Commuter. Fajar yang berbeda dengan Fajar Nugros, sutradara film dan video dokumenter ini-red) memang petugas yang bekerja di KAI Commuter sebagai masinis (Jevi) dan PPK/ CSOT (M. Fajar). Melalui film singkat, pegawai KAIC mendapat kepercayaan mengekspresikan diri melalui perekaman proses penyiapan sarana milik KAI Commuter untuk melayani pengguna kereta perkotaan.

Ia berharap seluruh masyarakat dapat mencintai transportasi publik karena pemerintah di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten, dan Provinsi Jawa Barat telah memberikan acuan pada tahun 2030 mendatang agar 60% masyarakatnya dapat berpindah dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik. Dengan begitu, karya sutradara ini menjadi harapan agar masyarakat tertarik untuk mewujudkan acuan itu.

Jevi, Masinis Sungguhan sekaligus Masinis Film

Pada film ini, Jevi-yang di dunia nyata merupakan seorang masinis KAI Commuter-mendapat peran sebagai masinis yang cool dengan karakter berwibawa. Ia bertugas memberitahukan penumpang bagaimana menjadi penumpang sekaligus pengguna layanan Commuter Line (CL) yang baik.

PPK Juga Turut Andil

Tidak hanya Jevi yang berperan seperti di dunia nyata, Mochammad Fajar pun demikian. Fajar menjadi seorang pemeran PPK/ CSOT dengan karakter yang memiliki empati tinggi terhadap semua pengguna CL dan mengingat perkataan orang tuanya untuk selalu rendah hati, melayani sepenuh hati, serta tidak meninggalkan salat.

Yusuf Mardika (memegang mikrofon) di samping Muhammad Fajar | Foto: Saddam Hasan Fauzan
Yusuf Mardika (memegang mikrofon) di samping Mochammad Fajar | Foto: RED/Saddam Hasan Fauzan

Yusuf ‘Madun’ dan Ketertarikannya dengan Kereta Api

Berikutnya Yusuf Mardika memaparkan alasannya bergabung dengan film pendek ini. Ia mengaku ingin bernostalgia karena sebenarnya telah suka menaiki kereta api sejak kecil. Melalui film ini, ia juga belajar banyak hal seperti pekerjaan PPK/ CSOT karena selama ini hanya mengetahui kereta dari luarnya saja. Yusuf turut menyampaikan perihal keikutsertaan film singkat ‘Strangers with Memories’ dan video dokumenter ‘Bergerak dengan Bahagia, Bergerak untuk Indonesia’ dalam JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) di Yogyakarta yang menurutnya merupakan festival film terbesar di Asia Tenggara.

Anne Purba Terinspirasi dari Film Hollywood

Talkshow ditutup oleh Anne Purba yang langsung membahas inti pembuatan film ini. Baginya, ide film ini berasal dari pengalamannya selama menonton film Holywood yang pengambilan videonya seringkali di dalam kereta yang beroperasi di luar negeri. Anne menginginkan adanya pengambilan film serupa untuk kereta api di Indonesia yang terwujud melalui KAI Grup. Ia menyampaikan visi KAI saat ini yang ingin membangun ekosistem perkeretaapian dengan menjadikan stasiun sebagai tempat bagi siapapun untuk berkarya.

Akan Tayang di Jogja-NETPAC Asian Film Festival

Anne turut menceritakan proses pengambilan film singkat yang harus menceritakan empat masalah hanya dalam waktu maksimal 28 menit saja. Pengambilan video berlangsung hingga pukul tiga pagi dan kemudian bermula kembali pada pukul enam pagi. Untuk mendukung pernyataan Yusuf Mardika sebelumnya, Anne menyatakan film singkat dan video dokumenter juga akan tayang di JAFF-setelah Road Show selesai-sampai dengan awal bulan Desember.

Setelah talk show, pemutaran film ‘Strangers with Memories’ berlangsung dari pukul 16:49 WIB sampai dengan 17:19 WIB dan kemudian berlanjut dengan video dokumenter ‘Bergerak dengan Bahagia, Bergerak untuk Indonesia’ pada pukul 17.19 WIB hingga 18.10 WIB.

KMT Edisi Terbatas Gala Premier untuk Semua Penonton

KMT edisi spesial Gala Premier yang dibagikan di pintu keluar studio bioskop | Foto: Saddam Hasan Fauzan
KMT edisi spesial Gala Premier dalam dua warna | Foto: RED/Saddam Hasan Fauzan

Ketika pemutaran film selesai, para penonton mendapatkan Kartu Multi Trip (KMT) edisi spesial yang pada pintu luar. Kartu tersebut memiliki dua warna berbeda yakni putih-biru gelap dan biru-biru gelap dengan logo KAI, IDN Pictures, dan KAI Commuter; grafis bertuliskan judul film singkat dan video dokumenter tersebut; nama Fajar Nugros selaku sutradara; serta daftar enam kota persinggahan selama melakukan road show(RED/ AFD)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: