Isu Penghapusan KA Argo Parahyangan, Pemangku Kepentingan Masih Berkoordinasi

REDigest.web.id, 4/12 – Seiring dengan hangatnya isu penghapusan KA Argo Parahyangan dengan adanya Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), KAI dan Pemerintah mengatakan masih saling berkoordinasi terkait hal ini.
KAI: Masih Berkoordinasi dengan Pemegang Kepentingan

Melansir dari CNN Indonesia, VP Public Relations KAI Joni Martinus telah angkat suara. Menurutnya selama ini KA Argo Parahyangan masih beroperasi seperti biasa.
Joni juga menegaskan KAI belum ada rencana apapun ataupun keputusan ke arah penutupan KA Argo Parahyangan terkait dengan beroperasinya KCJB pada 2023 mendatang. KAI saat ini masih berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait hal ini.

Ia menambahkan saat ini KAI sedang berfokus dalam menyiapkan angkutan feeder yang menghubungkan Stasiun Padalarang dengan Kota Bandung. Hal ini karena KA Cepat tidak benar-benar masuk ke Kota Bandung, melainkan melewati pinggir kotanya di antara Stasiun Padalarang dan Tegalluar. Armada feeder saat ini sudah tampak wujudnya dan terkadang berdinas di wilayah Yogyakarta atau Solo.
Selain itu, belum ada keputusan KAI terkait dampak beroperasinya KCJB dengan KA-KA ekonomi subsidi seperti KA Serayu, KA Cikuray, ataupun KA Lokal Cibatuan. KA-KA ini juga melintasi rute Jakarta-Bandung, dan khusus Lokal Cibatuan, Purwakarta-Bandung menuju tujuan akhirnya.
Sikap Pemerintah: Juga Masih Saling Berkoordinasi

Melansir dari Kumparan, Menteri Koordonator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengatakan KA Argo Parahyangan akan berhenti beroperasi setelah adanya KCJB. Meski demikian, ia pun menambahkan “nanti kita lihat” saat menutup pernyataannya.
Akan tetapi, melansir dari Kompas, Juru Bicara dari Menkomarves justru tidak memberikan pernyataan tegas atas rencana tersebut. Ia mengatakan nasib KA Argo Parahyangan masih dalam pembahasan pemangku kepentingan. Begitu pula dengan pernyataan dari Juru Bicara Kementerian Perhubungan.
Hal yang sama juga keluar dari Staf Khusus Kementerian BUMN. Melansir dari Detik Finance, rencana penutupan KA Argo Parahyangan juga masih dalam pembahasan.
Meski hingga kini belum ada keputusan, rencana penghapusan KA Argo Parahyangan telah mengundang berbagai reaksi di jagat media sosial. Kebanyakan pengguna media sosial menolak rencana penghapusan KA Argo Parahyangan ini dengan berbagai alasan. Sedangkan Agus Pambagio, pengamat kebijakan publik mengatakan target 31.125 orang per hari dengan KCJB sulit tercapai.
Menurutnya tiket KA Argo Parahyangan lebiih terjangkau (saat ini Rp100.000 untuk kelas ekonomi dan Rp140.000 untuk kelas eksekutif di waktu biasa. Untuk peak season, mencapai Rp130.000 untuk kelas ekonomi dan Rp170.000 untuk kelas eksekutif), dan KA ini mencapai pusat kota. Sedangkan KCJB meski lebih cepat, untuk ke pusat kota harus turun di Padalarang, dan harga tiketnya juga lebih mahal.
Sebelumnya pemberitaan KA Argo Parahyangan akan berhenti beroperasi mencuat pada awal November. Saat itu terkuak informasi dari majalah Tempo bahwa pemerintah menggodok rencana penghapusan KA Argo Parahyangan setelah operasional KCJB. (RED/IHF)
Pembaruan, 4/12 12.00: KAI dalam pernyataan terbarunya mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan pemangku kepentingan. Begitu juga dengan pihak Kementerian BUMN. Kedua pernyataan tersebut telah Tim REDaksi tambahkan, mohon maaf atas ketidaknyamanannya.