Beredar Kabar KAI Mewacanakan Penghapusan KA Argo Parahyangan Setelah KCJB Beroperasi

KA Argo Parahyangan, pilihan utama penglaju Jakarta-Bandung yang rencananya akan dihapus setelah adanya KCJB | Foto: RED/Gilang Fadhli

REDigest.web.id, 7/11 – Nama KA Argo Parahyangan mendadak menjadi trending topic di media sosial Twitter. Usut punya usut, ternyata hal ini karena KAI telah mewacanakan penghapusan KA Argo Parahyangan dengan adanya Kereta Cepat.

Berdasarkan cuitan dari akun @elisa_jkt di Twitter, mengutip dari artikel majalah berlangganan Tempo KAI telah mewacanakan penghapusan KA Argo Parahyangan. Rencana ini akan berlangsung jika Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) sudah beroperasi. Rencananya, KCJB akan beroperasi pada Juni-Juli 2023 mendatang.

Saat ini KA Argo Parahyangan adalah pilihan utama mobilitas Jakarta-Bandung dengan waktu tempuh 2 jam 40 hingga 3 jam 14 menit. Untuk frekuensi perjalanan KA Argo Parahyangan ini sendiri pada GAPEKA 2021 paling banyak dapat mencapai 20 perjalanan dalam sehari.

Perbandingan Waktu Tempuh dan Reaksi Warganet

Rangkaian kereta cepat KCIC400AF | Foto: Dok. KCIC

Sedangkan menurut estimasi dari pemerintah, waktu tempuh kereta cepat adalah sekitar 36-46 menit dari Halim ke Padalarang. Sedangkan untuk berlanjut ke Bandung dengan KA feeder kereta cepat, perlu waktu tempuh 18-22 menit. Ditambah lagi dengan waktu tempuh LRT dari Jatimulya (Bekasi) ke Dukuh Atas memakan waktu 34 menit, sehingga kemungkinan dari Halim ke Dukuh Atas memakan waktu sekitar 30 menit. Dengan perhitungan ini, tidak termasuk waktu transit maka perjalanan tercepat KA dari Jakarta ke Bandung nantinya adalah sekitar 84 menit.

KA Cikuray saat berangkat dari Garut menuju Stasiun Pasar Senen. KA ini juga menjadi pilihan pengguna yang hendak bermobilitas dari Bandung ke Jakarta atau sebaliknya, dengan harga hanya 45.000 Rupiah. | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

Sedangkan selain KA Argo Parahyangan juga tersedia KA Cikuray dengan rute Pasar Senen-Bandung-Garut dan KA Serayu dengan rute Pasar- Senen-Bandung-Purwokerto. Kedua KA ini merupakan KA ekonomi subsidi dengan waktu tempuh yang lebih lama. Keduanya memakan waktu sekitar 4 jam untuk mencapai Bandung dari Jakarta, sangat berpaut jauh dengan KA Argo Parahyangan.

Tentu saja sebagai pilihan andalan Jakarta-Bandung, banyak balasan dan kuitpan Tweet ini yang menunjukkan kekecewaan. Menurut mereka KA Argo Parahyangan sudah menjadi pilihan praktis karena menghubungkan pusat kedua kota. Selain itu, KCJB juga diketahui tidak melayani wilayah Bekasi, melainkan malah Karawang. Bahkan ada juga yang kemudian mengajak pengguna untuk beralih ke Travel atau Bus Jakarta-Bandung agar tidak menggunakan kereta cepat.

Meski demikian, ada juga informasi yang beredar di media sosial di mana KA Argo Parahyangan hanya akan berkurang perjalanannya dan tidak dihapus. KAI sendiri  belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemberitaan penghapusan KA Argo Parahyangan dari majalah Tempo ini.

Penghapusan KA Konvensional yang Paralel dengan Kereta Cepat

KA Kamome, layanan KA konvensional yang mengalami perpendekan relasi setelah Shinkansen Kyushu Barat beroperasi pada 2022 | Foto: JKT, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Langkah penghapusan KA konvensional setelah ada KA cepat pada relasi yang serupa ini pun mirip dengan langkah di Jepang saat pengoperasian Shinkansen pada rute tersebut. Seperti misalnya KA Kodama dengan rute Tokyo-Osaka yang berhenti beroperasi pada 30 September 1964, saat Tokaido Shinkansen beroperasi. Ataupun KA Asama dengan rute Ueno-Nagano atau Naoetsu yang berhenti beroperasi pada 30 September 1997. Kedua nama KA ini kembali digunakan pada layanan Shinkansen yang menggantikannya.

Ataupun contoh modern di antaranya adalah KA Kamome dan Tsubame. KA Tsubame dengan rute Mojiko/Hakata-Nishi-Kagoshima yang relasinya JR Kyushu perpendek saat Kyushu Shinkansen beroperasi parsial dari 13 Maret 2004 dari Shin-Yatsushiro ke Kagoshima-Chuo. Layanannya pun berubah menjadi Relay Tsubame dan menghubungkan Hakata dengan Shin-Yatsushiro hingga 12 Maret 2011, ketika Kyushu Shinkansen beroperasi penuh.

KA Kamome merupakan contoh paling baru dalam penghapusan KA konvensional yang paralel dengan kereta cepat. KA Kamome yang aslinya melayani Hakata-Nagasaki kini hanya melayani Hakata-Takeo-Onsen setelah Shinkansen Kyushu Barat beroperasi. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: