Fakta KAInternasionalSejarah KA

Charleroi Metro Line 5: Jalur Metro yang Layu Sebelum Berkembang

Proyek Mercusuar dan Politik Belgia

Secara singkat Belgia terbagi atas 3 wilayah yang dibagi berdasarkan bahasa ibu masyarakatnya yakni Flanders di utara yang mayoritas berbicara Bahasa Belanda, Walonia di selatan yang mayoritas berbicara Bahasa Perancis dan Jerman, dan Brussel ibukota Belgia. Ketiganya memiliki otonomi sangat bebas hingga kebijakan yang ditetapkan bisa sangat berbeda.

Kembali ke tahun 1960-an, hubungan antara Walonia dan Flanders bisa dikatakan panas-dingin. Ketika pemerintah pusat melakukan pembangunan di salah satunya maka yang lain akan iri dan merasa tidak diperlakukan dengan adil. Melihat potensi konflik dalam negeri, pemerintahan Brussel kemudian membuat kebijakan yang disebut “Waffle Iron Politics”.

Maksudnya adalah jika sebuah proyek atau investasi dilakukan di satu wilayah Belgia, maka harus ada proyek atau investasi  dengan nilai yang sama dibangun di wilayah lainnya. Sebutan ini muncul karena terlihat seperti pembuatan waffle yang ukurannya harus sama di kedua sisinya.

Beberapa tahun kemudian, pemerintah pusat membuat program pembangunan jalur kereta perkotaan di 5 kota besar di 3 wilayah Belgia yakni di Brussel, Antwerp dan Ghent di Flanderd, serta Liege dan Charleroi di Walonia. Namun dalam eksekusinya, Liege dan Ghent dicoret dari daftar proyek.

Atas dasar politik “Waffle Iron”, dana proyek di Ghent dialokasikan ke Antwerp serta dana proyek di Liege dialokasikan ke Charleroi. Akibatnya terjadi surplus pendanaan yang terjadi pada proyek di kedua kota tersebut. Pemerintah Charleroi akhirnya menyetujui pembangunan 8 jalur kereta metro yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah pinggiran.

Rencana 8 lintas Charleroi Metro yang dibangun pada 1960-an | Foto: Nico Brussels, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Meski banyak dikritik karena dianggap tidak diperlukan, Pemerintah Charleroi berdalih pembangunan dilakukan untuk investasi di masa depan. Namun sayangnya situasi saat itu berkata sebaliknya. Harga baja yang menjadi sumber pendapatan kota terjun bebas di pasar global yang mengakibatkan perusahaan-perusahaan baja bangkrut dan melakukan PHK massal. Alhasil angka pengangguran melesat dan masyarakat banyak yang pindah ke kota lain.

Meski demikian, pembangunan 4 lintas Charleroi Metro tetap dilanjutkan. Perubahan besar terjadi pada tahun 1980-an di mana Pemerintah Pusat Belgia menghapus kebijakan “Waffle Iron Politics” dan proyek jalur metro ini kemudian diserahkan kepada wilayah setempat.

Pemerintahan Walonia kemudian memutuskan hanya membangun Charleroi Metro Line 1 dan 2 saja yang kebetulan sudah beroperasi pada saat itu. Akibatnya sisa lintas yang dicoret tidak jadi dibangun, dibangun setengah jadi, atau bahkan sudah jadi tapi tidak digunakan. Meski demikian Charleroi Metro Line 3 berhasil rampung dan beroperasi pada 1990 dan Charleroi Metro Line 4 rampung dan beroperasi pada 2013.

Sementara Charleroi Metro Line 5 dibiarkan mangkrak begitu saja. Jalur hanya rampung sampai Centenaire. Sedangkan Stasiun Champeau dan Corbeau dibangun setengah jadi serta Stasiun Trieux dan Chatelet tidak jadi digarap.

Halaman Sebelumnya: Pembuka
Halaman Selanjutnya:
Angin Segar untuk Charleroi Metro Line 5

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Pages ( 2 of 3 ): « Previous1 2 3Next »

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses