KolomOpini

[OPINI] 98 Tahun Kereta Listrik Indonesia: Meninjau Kembali Opsi Pengadaan KRL Commuter Line Jabodetabek

Menghitung Penumpang Jabodetabek: Prediksi dan Realita

Kepadatan pengguna KRL Commuter Line. Prediksi KAI Commuter terhadap kepadatan KRL yang menjadi basis audit BPKP berpotensi terlampaui, sehingga berpotensi mempengaruhi pengambilan keputusan. | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

Prediksi

Dalam hasil audit BPKP, BPKP memang mengakui terjadi overload pada waktu sibuk. Akan tetapi, mengacu kepada data okupansi rata-rata secara keseluruhan, BPKP menilai KAI Commuter masih dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Berdasarkan data dari laporan tersebut, prediksi pengguna KRL tahun 2023 secara keseluruhan adalah 62,75% untuk 2023, 79,09% untuk 2024, dan 83,04% untuk 2025.

Data prediksi pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek | Sumber data: KAI

BPKP juga membandingkan pada 2019 dengan armada yang lebih sedikit (1.078 unit) mampu melayani hingga 336,3 juta pengguna per tahun. Jika dikonversi menjadi rata-rata per hari, berarti rata-rata pengguna pada 2019 adalah 921.000 pengguna per hari. Oleh karenanya BPKP memprediksi dengan prediksi rata-rata pengguna 273,6 juta pengguna dengan armada 1.114 unit “seharusnya masih mampu melayani”. Jika dikonversi menjadi rata-rata per hari, estimasi KAI Commuter akan rata-rata pengguna pada 2023 adalah 749.000 pengguna per hari.

Angka persentase okupansi berbanding dengan prediksi pengguna vs kapasitas ini tampak mirip dengan data yang KAI paparkan pada Rapat Dengar Pendapat DPR lalu. Tampak persentase di tabel bawah ini adalah hasil pembulatan dari persentase data yang BPKP paparkan dalam audit tersebut (63%, 79%, dan 83%). Angka 273,6 juta pengguna juga tampak sama dengan data di bawah ini. Sementara untuk prediksi pengguna dalam tahun 2024, 2025, dan 2026 adalah mencapai 344,82; 362,06; dan 398,38 juta. Dikonversi menjadi rata-rata per hari, estimasi KAI Commuter adalah 942.000, 991.000, dan 1,09 juta pengguna per hari.

Realita

Pengguna di jam sibuk pagi hari di Stasiun Manggarai | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

Tim REDaksi berpendapat prediksi oleh KAI Commuter yang kemudian BPKP jadikan asumsi “penumpang masih dapat tertampung” dapat dengan cepat terlampaui. Jika kita mengutip Berita Trans saja, jumlah rata-rata pengguna KRL Commuter Line pada Februari 2023 sudah mencapai 743.242 orang. Sedangkan pada Januari jumlah ini sekitar 732.805 orang per harinya.

Bahkan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPR saja KAI menyebutkan puncak pengguna KRL 2023 sudah terjadi pada Selasa, 21 Maret yang mencapai 958.957 orang! Jumlah ini sudah melebihi rata-rata pengguna KRL terakhir sebelum pandemi, yakni pada 2019 yang mencapai 921.300 orang pengguna per harinya.

Kekhawatiran Tim REDaksi adalah, prediksi KAI Commuter yang menjadi asumsi BPKP ini terlalu rendah untuk 2023. 743.000 pengguna per hari sebagai realita pada Februari 2023, berbanding dengan 749.000 pengguna per hari sebagai estimasi tahun 2023.

Komentar Tim REDaksi

Jika benar memang BPKP bekerja berdassarkan data yang KAI Commuter berikan, maka interpretasi ini perlu pertanyaan. Hal ini pada dasarnya menyepelekan situasi KRL Commuter Line karena data rata-rata tentu tidak menggambarkan penggunaan di jam sibuk. Terlebih Tim REDaksi percaya KAI Commuter juga sudah memberikan data-data yang menunjukkan kondisi overload.

Tim REDaksi menanyakan mengapa data ini tidak sekalian juga disampaikan ke publik, karena jika okupansi sudah disebut 63%, harus juga disebutkan berapa persen okupansi jika sudah overload saat jam sibuk. Publik telah banyak yang meluncurkan sarkasme 63% kapasitas adalah termasuk isi saat rush hour. Bahkan sudah banyak pernyataan bernada sarkasme “kapan atapers kembali”.

Selanjutnya: Retrofit? Sebenarnya Bisa, Tapi…

Sebelumnya: Pembuka

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Pages ( 2 of 5 ): « Previous1 2 345Next »

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses