Cerita PenulisKereta ApiKereta CepatKolomUjicoba

Halim-Tegalluar Tak Terasa! Beginilah Sensasi Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung saat stabling di jalur 1 Halim | Foto: RED/Gilang Fadhli

REDigest.web.id – Setelah Tim REDaksi nanti-nantikan, akhirnya kesempatan untuk merasakan sensasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung pun akhirnya tiba. Pada Sabtu (16/9) kemarin, Tim REDaksi beserta GM-MarKA dan sejumlah komunitas pecinta kereta api lainnya mendapat kesempatan mengikuti uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Di dan Menuju Stasiun Halim

Peron Stasiun Halim | Foto: RED/Gilang Fadhli

Tim REDaksi mendapatkan kuota uji coba pada Sabtu siang pukul 14.00 ini. Dalam kesempatan ini, uji coba berlangsung dengan rute Halim-Tegalluar PP. Sebelum mengikuti uji coba, Tim REDaksi telah tiba di Stasiun Halim bersama dengan rekan Tim REDaksi pada pukul 13.00 tadi siang.

Dalam mengakses Stasiun Halim, untuk saat ini masih cukup sulit bila menggunakan kendaraan umum. Pasalnya jarak dari halte terdekat, Penas Kalimalang mencapai sekitar 1,3 km. Sedangkan Stasiun LRT Halim juga masih secara resmi belum melayani pengguna.

Peserta uji coba yang terdiri atas berbagai kalangan menaiki tangga dan eskalator menuju peron | Foto: RED/Gilang Fadhli

Setelah menunggu, pada 13.30 Tim REDaksi pun akhirnya mendapat kesempatan untuk naik ke peron kereta. Di sini Tim REDaksi bersama dengan sejumlah penggemar kereta lain dan juga masyarakat umum berkesempatan berfoto, ataupun memotret rangkaian kereta cepat.

Siap mengantarkan Tim REDaksi menuju petualangan baru | Foto: RED/Tubagus Gemilang Pratama

Pada pukul 13.55, setelah para peserta uji coba telah naik ke dalam kereta. Pintu kereta pun menutup, selagi menunggu pemberangkatan pada pukul 14.00.

Dalam Perjalanan

Interior kereta kelas Ekonomi Premium di KCIC | Foto: RED/Gilang Fadhli

Dalam perjalanan, Tim REDaksi menempati kereta nomor 2, sekaligus berjalan-jalan keliling rangkaian. Terdapat tiga jenis kelas pada rangkaian kereta cepat, yakni Premium, Bisnis, dan First Class. Kelas Premium terdiri dari bangku dengan susunan 2-3, dan untuk Kelas Bisnis memiliki bangku dengan susunan 2-2. Sedangkan untuk First Class memiliki bangku dengan susunan 2-1.

Interior kereta First Class | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

Saat Tim REDaksi sempat mencoba bangku kelas Bisnis, tampak bangku ini memiliki sandaran kaki yang modelnya mirip dengan kereta eksekutif model lama. Yakni sandaran kaki yang dapat dibuka, lalu pijakannya dapat diputar mendekat ke pengguna. Tim REDaksi tidak sempat mencoba bangku First Class, akan tetapi sekilas tampak ukuran pijakan kaki yang lebih besar dari kereta eksekutif KAI.

Interior kereta Kelas Bisnis | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

Untuk Kereta Ekonomi Premium sendiri tersedia meja lipat dengan model serupa pada yang ada di pesawat udara. Meja lipat ini cukup besar untuk menempatkan sejumlah makanan dan minuman. Sedangkan kapasitas muat meja lipat ini mencapai 25 kg sesuai dengan pada stiker peringatan.

Meja lipat dalam keadaan tertutup… | Foto: RED/Tubagus Gemilang Pratama
…dan dalam keadaan terbuka | Foto: RED/Tubagus Gemilang Pratama

Tim REDaksi juga bertandang ke kereta makan. Di kereta makan, Tim REDaksi mendapati sejumlah perlengkapan di kereta makan sudah lengkap. Sebut saja microwave dan bahkan mesin pembuat kopi! Sayangnya, tentunya sebagaimana umumnya layanan uji coba, fasilitas makanan atau minuman belum tersedia. Menurut keterangan prami yang bertugas, rencananya akan tersedia makanan ringan dan minuman.

Fasilitas kereta makan. Kereta makan untuk kereta cepat berada di posisi kereta keempat dan tergabung dengan kereta penumpang, dengan kode KM1. | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

Waktu tempuh pada perjalanan ini cukup singkat, hanya sekitar 45 menit. Kereta cepat melintas Stasiun Karawang pada pukul 14.11, dan berhenti di Stasiun Padalarang pada pukul 14.25 selama 2 menit. Setelah itu, rangkaian kereta cepat pun berangkat dari Stasiun Padalarang dan tiba di Stasiun Tegalluar tepat pada pukul 14.45. Selama perjalanan, tampak Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepenuhnya beroperasi di sebelah kanan.

Di Tegalluar

Concourse Stasiun Tegalluar | Foto: RED/Gilang Fadhli

Di Stasiun Tegalluar, Tim REDaksi mendapatkan waktu selama 20 menit untuk berkeliling. Pasalnya kereta yang akan kembali ke Halim pada pukul 15.15 ini sudah persiapan berangkat 10 menit sebelumnya. Dalam kesempatan ini, Tim REDaksi atas seizin petugas menyempatkan diri untuk berkeliling di Stasiun Tegalluar.

Ruang tunggu Stasiun Tegalluar | Foto: RED/Gilang Fadhli

Tampak Stasiun Tegalluar yang suasananya masih cukup sepi dan asri karena benar-benar berada di pinggir Kota Bandung. Dan secara tidak mengejutkan, karena masih berada dalam fase uji coba, ruang tunggu pun tampak sepi dari penumpang.

Tidak hanya memotret Stasiun Tegalluar, Tim REDaksi pun tentunya sempat memotret rangkaian Kereta Cepat yang stabling di jalur 3. Seperti halnya di Halim, sangat banyak pecinta kereta api ataupun kalangan masyarakat yang ingin memotret ataupun berfoto bersama kereta ini.

Rangkaian kereta cepat di Stasiun Tegalluar | Foto: RED/Gilang Fadhli

Pada pukul 15.15, rangkaian kereta cepat pun akhirnya kembali berangkat menuju Stasiun Halim.

Perjalanan Pulang dan Kesan Penutup

Kecepatan 350 km/jam yang menjadi “nilai jual” Kereta Cepat Jakarta-Bandung oleh KCIC | Foto: RED/Gilang Fadhli

Dalam perjalanan kembali menuju Halim, tidak banyak eksplorasi yang Tim REDaksi lakukan, sehingga Tim REDaksi pun lebih berfokus untuk “menikmati” perjalanan ini. Berdasarkan apa yang Tim REDaksi pantau dan rasakan, sensasi kecepatan 350 km/jam yang menjadi “nilai jual” Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini benar-benar terasa di wilayah Purwakarta-Karawang.

Dan sesuai apa yang KCIC iklankan, benar-benar tidak terasa guncangan sama sekali saat di lintas. Hanya ada sedikit rasa sensasi naik atau turun ketika rangkaian menemui perubahan ketinggian. Akan tetapi, Tim REDaksi merasakan sensasi di telinga yang mirip dengan sensasi menaiki pesawat terbang. Selain itu, ada sedikit terasa goyangan akibat gaya aerodinamika ketika sesama rangkaian kereta cepat saling berpapasan.

Kereta Cepat setelah tiba di Stasiun Halim | Foto: Rizki Fajar Novanto

Kereta pun tiba dengan selamat di Halim pada pukul 16.00. Sepanjang perjalanan uji coba, Tim REDaksi merasa cukup puas dengan kualitas sarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini. Akan tetapi, ada beberapa hal yang menurut Tim REDaksi bisa menjadi catatan.

Pertama, suhu AC di rangkaian yang Tim REDaksi naiki ini seperti diatur agar tidak terlalu dingin. Kondisi ini akan sangat bervariasi karena sebagian orang justru merasa pas, akan tetapi mungkin ada yang justru merasa kurang dingin. Kedua, resepsi sinyal telepon seluler sangat sulit begitu kereta mulai melaju di atas 200 km/jam.

Sebagai penutup, berikut adalah video sensasi perjalanan ini oleh GM-MarKA. Selamat menikmati!

Rencananya, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan mulai beroperasi komersial Oktober mendatang. Siap untuk menaiki? (RED/IHF)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×