Membedah Program Transportasi Para Capres-Cawapres
Paslon 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar

Kita mulai dari capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Masalah transportasi disinggung oleh paslon ini dalam beberapa agenda misi. Dalam Agenda Misi 2 program Pengentasan Kemiskinan disebutkan paslon ini akan memastikan keterjangkauan biaya layanan publik termasuk di dalamnya transportasi.
Masih dalam agenda yang sama di program Kesetaraan Akses Bagi Perempuan dan Kelompok Rentan untuk Berkarya, disebutkan paslon ini akan membangun layanan publik dan infrastruktur termasuk transportasi yang ramah terhadap disabilitas. Lebih detailnya, paslon Anies-Muhaimin merinci secara detail pembangunan dan pengembangan transportasi di tiap pulau di Indonesia.
Di Sumatra, pasangan Anies-Muhaimin memfokuskan pembangunan jaringan transportasi yang terhubung ke Pulau Jawa lewat penguatan dan pengembangan jaringan jalan tol dar rel kereta api serta menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatra Utara sebagai penghubung kawasan barat Indonesia dengan dunia internasional.
Di Jawa, kawasan Jabodetabek akan dijadikan pusat ekonomi dan bisnis yang ditunjang dengan kelancaran transportasi logistik dan orang. Selain itu, pembangunan kawasan industri akan terhubung dengan transportasi multimoda serta dilakukan pembangunan sarana dan prasarana logistik yang memadai seperti dryport dan pergudangan.
Kota-kota kecil di Jawa nantinya akan dikembangkan menjadi jembatan penghubung antara kota-kota besar dan pedesaan yang ditunjang dengan transportasi yang memadai, hunian terjangkau, dan infrastruktur dasar yang memadai. Keberadaan Pelabuhan Patimban akan dikembangkan dengan akses multimoda. Bandara Kertajati akan difokuskan sebagai pusat pengembangan industri dan teknologi aviasi.
Tol Trans Jawa akan diteruskan pembangunannya hingga Banyuwangi sekaligus pengembangan jalan arteri sebagai akses tol serta penyesuaian tarif untuk kendaraan logistik.
Di Kalimantan, akan dilakukan pembangunan jaringan rel kereta api yang menghubungkan seluruh Pulau Kalimantan serta pengembangan angkutan darat, sungai, laut, dan udara yang terhubung. Di kawasan Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara), pengembangan akan difokuskan pada perbaikan layanan dan sarana moda transportasi laut antar pulau.
Di Sulawesi, pembangunan akan difokuskan pada kelanjutan proyek KA Trans Sulawesi yang ditargetkan sampai di Palu pada 2029. Selain itu juga akan dilakukan pengembangan pada layanan angkutan umum dalam kota serta melanjutkan proyek Tol Trans Sulawesi.
Di Maluku, pembangunan difokuskan pada perbaikan layanan kapal penghubung dan perintis serta revitalisasi pelabuhan di Maluku dan Maluku Utara serta penyediaan angkutan umum di pedesaan. Di Papua, pembangunan akan difokuskan pada revitalisasi pelabuhan serta pembangunan Jalan Trans Papua. Selain itu akan dilakukan optimalisasi pada kolaborasi BUMN transportasi dan swasta untuk menurunkan biaya logistik di Papua. Optimalisasi transportasi udara juga akan dilakukan untuk menciptakan pola distribusi yang cepat dan efisien.