Berita KAKAI CommuterKereta Api

Antisipasi Gangguan, KCI Akan Babat Pohon Rawan Tumbang

Rangkaian KRL commuterline yang terkena pohon tumbang | Foto: RED/Adib Ramadani

REDigest.web.id, 5/3 – Seiring dengan hujan deras dan angin kencang yang kerap terjadi, PT KCI akan melakukan susur jalan rel untuk memetakan dan membabat pohon yang rawan tumbang. Setelah sempat mengganggu perjalanan Commuterline akibat pohon tumbang, PT KCI akan melakukan hal tersebut sebagai upaya pencegahan kejadian serupa terulang. Kegiatan ini juga rencananya akan menggandeng stakeholder terkait.

Mengutip Kompas, External Relations and Corporate Image Care KAI Commuter Leza Arlan mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan dinas terkait, seperti Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta dan di Bodetabek. ”Kami bekerja sama dengan dinas kota setempat untuk memetakan dan mendata keberadaan pohon di sepanjang pelintasan rel,” kata Leza dalam pesan tertulisnya, Sabtu (2/3/2024). Selain itu, Pihaknya juga akan melakukan upaya perawatan lainnya untuk mengantisipasi pohon-pohon itu tumbang di sepanjang rel kereta api.

Penumpukan penumpang di stasiun Tanah Abang | Foto: RED/Adib Ramadani

Sebelumnya perjalanan Commuterline rute Rangkas Bitung–Tanah Abang mengalami gangguan pada Jumat (01/03/2024) sore. Hal itu imbas dari hujan disertai angin kencang sehingga terdapat pohon tumbang di petak Pondok Ranji–Kebayoran. Perjalanan Commuterline pun sempat berhenti karena terdapat kabel LAA yang putus dan kaca kabin masinis yang pecah.

Berdasarkan pantauan penulis, titik yang mengalami gangguan tersebut masih di area TPU Tanah Kusir. Penumpang pada kereta terdampak dievakuasi dengan menggunakan bangku sebagai seluncuran untuk turun. Selanjutnya para penumpang pada kereta tersebut melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain.

Imbas dari peristiwa tersebut, terjadi penumpukan di stasiun dan terdapat rekayasa pola perjalanan commuterline. Perjalanan yang mengalami rekayasa adalah KA 1777 rute Rangkasbitung-Tanah Abang dan KA 1779 rute Parung Panjang-Tanah Abang, keduanya Kembali ke Rangkas Bitung dari stasiun Sudimara. Selain itu, Stasiun Tanah Abang juga sempat mengalami buka tutup 20 menit sekali untuk menghindari kepadatan penumpang. (RED/ADR)


Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Donasi yang Anda berikan sangat membantu kami untuk terus beroperasi dan meningkatkan kualitas informasi yang kami sajikan. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer di bawah ini

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×