DPRD DKI Tolak Usulan Subsidi MRT dan LRT Jakarta Dari Pemprov

Ilustrasi: MRT Jakarta seri 1000 rangkaian LBB9 berangkat dari Stasiun Blok M menuju Stasiun Bundaran Hotel Indonesia

[11/3]. Ada sedikit kabar buruk bagi anda “calon” pengguna MRT Jakarta. Dewan Perwakian Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menolak usulan pemberian subsidi untuk MRT dan LRT Jakarta oleh Pemprov DKI. Hal tersebut disampaikan dalam rapat yang diadakan Komisi C DPRD DKI yang juga dihadiri pihak MRT Jakarta, LRT Jakarta (Jakpro), Dishub DKI, BUMD, dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).

Pihak DPRD beranggapan subsidi yang diajukan oleh Pemprov terlalu tinggi. Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Santoso mengatakan pihaknya khawatir subsidi yang akan diberikan salah sasaran. Diketahui saat ini pihak MRT Jakarta mengajukan tarif dasar sebesar Rp 34.100 sedangkan LRT Jakarta mengajukan tarif dasar sebesar Rp 41.655. Untuk subsidinya sendiri, Pemprov DKI mengusulkan sebesar Rp 21.659 untuk MRT dan Rp 35.655 untuk LRT.

Jadi nantinya penumpang hanya perlu membayar tarif sebesar Rp 12.441 untuk MRT dan Rp 6.000 untuk LRT. DPRD menganggap angka ini terlalu tinggi karena pemerintah harus menggelontorkan dana sebesar Rp 672 miliar untuk MRT dan Rp 327 miliar untuk LRT.

Meski terjadi perbedaan pendapat, namun Santoso mengatakan pihaknya akan menyetujui tarif sebelum pengoperasian pada akhir Maret mendatang. Santoso juga mengusulkan pada pihak MRT Jakarta dan LRT Jakarta untuk menggratiskan tarif perjalanan selama 2 minggu hingga 3 bulan untuk mensosialisasikan kedua moda ini pada masyarakat. Di rapat selanjutnya, Komisi C akan berdiskusi dengan Komisi B yang membidangi perekonomian.

(RED/BTS)

CNN Indonesia

Satu tanggapan untuk “DPRD DKI Tolak Usulan Subsidi MRT dan LRT Jakarta Dari Pemprov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×