Penggemar Transjakarta Lepas Kepergian Operator Lorena

Penggemar Transjakarta berfoto bareng dengan armada Transjakarta Lorena | Foto: Gilang Fadhli, Fotografi Bus Ibukota

[13/11] Jika para penggemar kereta api di Jepang kemarin meluapkan rasa haru mereka saat melepas KRL Tokyo Metro seri 6000, suasana haru juga ada di dunia Transjakarta. Pasalnya, para penggemar Transjakarta juga ikut meluapkan rasa haru dengan melepas kepergian operator Transjakarta Lorena yang terakhir beroperasi Minggu kemarin.

Baca juga: Pecinta Kereta Lepas Kepergian Rangkaian Tokyo Metro 6000 Terakhir

Penulis beserta para penggemar Transjakarta yang meliputi Busway Fans Club, Fotografi Bus Ibukota, dan Jepretbusway ini menyelenggarakan acara “Farewell Trip” pada tanggal 11 November kemarin. Acara melepas kepergian operator Transjakarta Lorena ini dilakukan dengan menaiki armada Transjakarta Lorena LRN-022 beramai-ramai dari Kampung Melayu ke Kampung Rambutan.

Setiba di Terminal Kampung Rambutan, para penggemar Transjakarta ini berbincang dengan pramudi (pengemudi) lalu berfoto bareng di depan armada bus yang mereka naiki. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi hunting bareng di Terminal Kampung Rambutan dan kopi darat. Cuaca yang saat itu hujan deras seakan memperkuat suasana haru yang menyelimuti para penggemar Transjakarta ini.

Penggemar Transjakarta memotret armada Transjakarta Lorena LRN-022 di tengah guyuran hujan | Foto: Gilang Fadhli, Fotografi Bus Ibukota

Setelah melakukan hunting bareng, para komunitas ini kemudian kembali menaiki armada Transjakarta Lorena  yang juga LRN-022 sampai Kampung Melayu. Di dalam perjalanan, para komunitas ini selain berfoto-foto bareng, mereka juga berdiskusi mengenai operator Transjakarta Lorena semasa beroperasi. Acara ini kemudian diakhiri dengan sesi hunting bareng di Kampung Melayu sambil berbincang-bincang kembali dengan pramudi bus sebelum rombongan berpisah.

Armada Transjakarta Lorena LRN-022 di Kampung Melayu pada hari terakhir beroperasinya | Foto: Ikko Haidar, Fotografi Bus Ibukota

Tidak hanya itu, Ketua komunitas Busway Fans Club, Adi Febrian Valentino diwawancarai Kompas di Kampung Melayu. Ia menerangkan cukup disayangkan bus Transjakarta Lorena dipensiunkan kondisinya masih sangat layak meski usianya 10 tahun. Namun ia memaklumi alasan bus tersebut dipensiunkan mengingat usianya yang sudah 10 tahun dan beban penumpang yang semakin tinggi.

Berikut adalah tanggapan dari ketiga komunitas yang mengikuti Farewell Trip seusai cara di akun Instagram mereka masing-masing.

Operator Transjakarta Lorena sendiri adalah operator tertua yang hingga kemarin masih beroperasi. Operator ini pertama kali beroperasi dari tahun 2008, dan pada perjalanannya pernah beroperasi di Koridor 8, Koridor 5, dan Koridor 7. Selama beroperasi, operator ini menggunakan bus tunggal Hino RK1JSNL dan bus gandeng AAI Komodo. Kesemua jenis bus ini berbahan bakar gas dengan bodi Rahayu Santosa Evo G berwarna abu-abu.

Salah satu bus gandeng AAI Komodo operator Lorena LRN-036 semasa beroperasi | Foto: Lukman Awaludin, Fotografi Bus Ibukota
Armada bus tunggal Hino RK1JSNL Lorena LRN-049. Armada ini telah pensiun sebelum hari terakhir beroperasinya operator Lorena | Foto: Andry Anggara, Fotografi Bus Ibukota

Dengan pensiunnya operator Lorena, maka berakhirlah kiprah operator dari era perintis. Menyusul operator lain seperti TMB, TB, JET, JMT, JTM, dan Primajasa yang telah lebih dahulu pensiun. Selain itu, pensiunnya operator Lorena ini menandakan akhir dari operasional bus Transjakarta berwarna abu-abu. Selamat jalan Lorena Divisi Transjakarta! Terimakasih atas 10 tahun pelayanan yang memuaskan dan bikin kangen!

Referensi Tambahan

Kompas

(RED/IHF)

loading...

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: